PACITAN-Pemerintah Kabupaten Pacitan terus berupaya menjadikan pasar tradisional representatif bagi kegiatan ekonomi. satu persatu pasar-pasar dengan kondisi tidak layak diperbaiki sehingga menjadi pusat niaga yang nyaman dan aman bagi pelaku pasar
Demikian disampaikan Bupati Pacitan Indartato, usai meresmikan revitalisasi tiga pasar tradisional yang di pusatkan di Pasar Margo Mulyo Kecamatan Punung, Senin (28/12) pagi. Bupati Indartato bertekad menjadikan pasar-pasar tradisional ini menjadi penggerak ekonomi yang layak bagi masyarakat.
Untuk itu, pemerintah bersama dengan DPRD akan bekerjasama mewujudkan program tersebut sehingga kedepan semua pasar-pasar yang kondisinya memprihatinkan dapat diperbaiki. Bupati mencontohkan saat ini masih ada pasar yang tumpah menghalangi jalan raya karena sudah tidak mampu lagi menampung pedagang dan pembeli. Hal ini sangat berbahaya dan perlu mendapatkan prioritas.
Hanya saja orang nomor satu di Pacitan itu sadar, bahwa untuk mewujudkan hal tersebut tidak mudah. Ini karena, Keterbatasan anggaran yang mengharuskan revitalisasi pasar tradisional harus dilakukan bertahap. Pasar Margo Mulyo Punung misalnya, anggaran yang harus dikeluarkan pemerintah mencapai Rp.10 M dengan lama pengerjaan hingga 7 bulan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset (DPPKA) Heru Sukresno mengatakan, keberadaan pasar cukup memberi kontribusi terhadap PAD. Meski tidak sebesar sumber pendapatan yang lain namun dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat sangat besar.
Saat ini kontribusi pasar terhadap PAD sebesar 1,7 persen. Dari PAD Kabupaten Pacitan sebesar Rp.109 M pemasukan dari pasar sebanyak Rp.1.940.000.000.(frend)