Ponorogo,

Banyaknya Program Pro Rakyat yang digulirkan pemerintah mendapat sambutan hangat dari masyarakat Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

 

Terbukti, Selasa Malam (28/2) ditengah acara Pengajian Akbar Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Tasyakuran dan Peresmian Madrasyah Ibtidaiyah (MI) Abu Bakar Desa Bancangan, Kecamatan sambit, Ponorogo, Bupati Ponorogo H. Amin, SH., M.Si berkenan menyampaikan beberapa program Pro Rakyat.

 “Karena pentingnya administrasi kependudukan, maka masyarakat Ponorogo harus mendukung proram Elektronik KTP atau E-KTP sekitar bulan Maret dan April mendatang,” harap Amin. Dia menambahkan E-KTP adalah gratis tanpa membebani masyarakat.

 

 “Jadi tinggal keaktifan masyarakat Ponorogo dalam program dan layanan prima E-KTP tersebut,” bebernya. Program E-KTP menurut Mantan Kepala Desa Tosanan, Kecamatan Kauman ini sangat bermanfaat bagi ketertiban administasi kependudukan. “Jadi tidak ada lagi istilah KTP ganda karena proses pembuatannya menggunakan kemajuan IT dan sidik jari, jadi tak bisa dipalsukan,” tegasnya.

 

Selain E-KTP ada lagi program yang harus dipahami masyarakat, yaitu Jaminan Persalinan (Jampersal). “Ingat program Jampersal sangat membantu masyarakat kecil, karena bersalin saja gratis dibiayai negara,” tambahnya. Jampersal, menurut Amin adalah sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap rakyatnya. “Oleh karenanya sebagai warga Ponorogo, mari kita sukseskan program Jampersal demi kehidupan yang lebih baik,” tukasnya. Selain E-KTP, Jampersal masih banyak program lainnya, seperti BOS, PKH, Raskin, PNPM Mandiri Perdesaan, PNPM Mandiri Perkotaan, Rumah Gratis, dan sebagainya.

 

Hadir dalam acara tersebut, Pimpinan Lembaga Ma’arif NU kabupaten Ponorogo, SKPD Pemkab Ponorogo, Budiyono (Anggota Fraksi Demokrat DPRD Ponorogo), Muspika Sambit, Kepala Desa se-Kecamatan Sambit dan ribuaan jamaah Majelis Ta’lim se-Ponorogo.

 

Juga hadir Anggota Tim Edhie Baskoro Yudhoyono Korkab Ponorogo, Muh Nurcholis. Pengajian disampaikan oleh Pelawak Kondang H. Sakirun dari Kabupaten Madiun, Jawa Timur dan didahului dengan pentas seni Islami dan Musik Religi oleh santri Madrasah Ibtidaiyah (MI) Abu Bakar.

 

(MUH NURCHOLIS)