Batik merupakan suatu karya seni dengan keragaman motif dan pewarnaannya yang khas, yang sampai saat ini masih banyak diminati oleh masyarakat. Untuk melukis batik menggunakan alat yang disebut canting Di Indonesia sendiri, banyak sekali pengerajin batik yang tersebar di berbagai wilayah, seperti di Solo, Pekalongan, Trusmi Cirebon, Madura, Lasem, Sukoharjo, Pacitan, dan masih banyak di kota-kota lainnya. Setiap kota memiliki keunikan motif dan corak batiknya masing-masing.

 

Di Pacitan, motif yang paling sering di temui, yakni motif Buah Pace (atau disebut Buah Mengkudu). Sejarah batik tulis dengan motif Pace di Pacitan dibuat dan digagas pada tahun 2004 berdasarkan riwayat lahirnya kabupaten Pacitan. Batik dengan motif buah Pace yang dibuat seolah membentuk segi empat. Motif tersebut memiliki arti sebuah ketulusan dan pengabdian seseorang kepada yang dikasihi agar terhindar dari berbagai macam musibah atau penyakit.

 

Sampai saat ini jumlah perajin batik Pacitan mencapai 300 orang. Usaha batik tersebut mulai dari industri kecil, menengah, dan skala besar. Sentra pembuatan Batik Pacitan terdapat di wilayah Kecamatan Ngadirojo dan Pacitan.

 

Motif batik buah pace ini menurut Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pacitan Luki Indartato, akan segera dipatenkan paling lambat tahun 2012 oleh Kabupaten Pacitan sebagai motif asli dan khas, seperti dikutip Jurnal Nasional. Upaya tersebut ditempuh untuk menghindari klaim dari pihak-pihak lain yang akan mengambil keuntungan. Upaya mematenkan motif buah pace tidak hanya sebagai langkah memproteksi kekayaan budaya daerah. Tetapi lebih dari itu, hak paten yang nantinya diperoleh dapat menjadi bekal untuk optimalisasi pengembangan kerajinan batik itu sendiri.

 

Berikut beberapa motif yang banyak diproduksi di Pacitan:

Pace Ceplok

Deskripsi dari desain batik Pace Ceplok ini terdiri dari bentuk segi empat beraturan. Bagian dalam segi empat, lalu dibuat dengan isi yang berselang-seling, yaitu berupa buah pace yang disusun dibagian pojok-pojok segi empat, dan segi-segi yang lain dibuat desain berupa bunga-bunga pace yang menyembul dari buahnya.

 

Pace Sido Luhur

Motif ini merupakan desain motif batik klasik Sido Luhur, ragam pengisinya dengan menggunakan motif pace. Bagian dalam motif segi-segi empatnya diisi dengan buah pace yang disusun membentuk segi empat beraturan, berselang seling dengan motif kulit buah pace yang sedang ditumbuhi bunga-bunga.

 

Pace Galaran

Motif Batik Pacitan Pace Galaran tepatnya didesain tahun 2005. Motif ini diberi nama galaran karena latar belakang obyek dibuat garis-garis mirip galar. Arti dari Galar sendiri merupakan alas tempat tidur dari bambu. Obyek berupa gambar buah Pace mulai dari daun, buah, dan bunga yang tersenar merata di permukaan kain.

 

(Diolah dari berbagai sumber)