Pacitan-Rampungnya pembangunan Jalan Lintas Selatan (JLS) diharap mampu mendukung iklim investasi di Kabupaten Pacitan. Setidaknya, keberadaan infrastruktur tersebut bisa lebih membuka akses transportasi di daerah pesisir selatan itu. Sebab, keberadaan sebagian investor yang sudah mengantongi izin usaha di Pacitan masih berstatus abu-abu.

Aktivitas yang dijalankan sejumlah pemilik modal asing maupun dalam negeri itu tidak menentu. “Ada yang tiba-tiba berhenti di tengah jalan dan ada yang kegiatannya mengambang,” kata Kabid Penanaman Modal, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPM dan PP) Pacitan, Ratna Susy Rahayu, Jumat, (05/04/2013).

Kondisi seperti ini, lanjutnya, dialami 8 dari 14 investor yang sudah masuk di Pacitan. Mereka bergerak di bidang pertambangan, pertanian, peternakan dan pariwisata. Karena itu, tim dari pemkab akan melakukan pendataan ulang tentang kegiatan dari para pemilik modal tersebut.

“Bulan depan tim dari lintas satker (satuan kerja) akan melakukan pemantauan. Sasarannya ke semua investor dan untuk yang kegiatannya mengambang akan lebih diintensifkan,” jelasnya.

Pemantuan itu, lanjut Ratna, bertujuan memperjelas kelangsungan usaha para pemilik modal asing. Namun, pihak pemkab belum bisa mencoretnya dari daftar investor. Karena persyaratan izin yang mereka kantongi masih berlaku. Maka, hasil cek lapangan tersebut hanya sebatas dijadikan materi pelaporan ke Pemprov Jatim maupun pemerintah pusat.

Ratna mejelaskan, pemantauan akan kembali dilangsungkan pada semester I tahun ini. Jika aktivitas dari delapan investor tetap mengambang mereka terancam dicoret. Legalitas perizinannya bisa dicabut. Tapi, sebelum tindakan tegas itu dijalankan pihak pemkab masih memberikan batas toleransi. “Tidak bisa langsung dicoret,” ujarnya.

Disinggung tentang iklim investasi di Pacitan, Ratna menyatakan masih minim. Keadaan ini, dinilai pengaruh kondisi geografis yang jaraknya jauh dari pelabuhan maupun bandara udara.

Akibatnya, para pemilik modal memiliki banyak pertimbangan untuk mengembangkan usahanya di daerah kelahiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Bagaimanapun juga fasilitas infrastruktur sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. “Ke depan mudah-mudahan lebih ramai. Karena nantinya juga akan ada pelabuhan barang dan niaga,” pungkasnya. (frend Mashudi)