Trenggalek- Belasan rumah di Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur terancam longsor oleh tebing setinggi 10 meter yang ada di perkampungan warga.

Kepala Desa Nglebo, Suparngun, Rabu mengatakan, saat ini tebing tersebut dalam kondisi retak-retak dan sebagian diantaranya telah runtuh menimpa salah satu rumah warganya.

“Terus terang kami sangat khawatir, apalagi ketika hujan deras, mengingat jumlah warga yang terancam cukup banyak, kalau ditotal ada sekitar 15 KK (kepala keluarga),” katanya. 25/4/2013

Menurutnya, retakan tanah yang ada diatas tebing tersebut mencapai lebih dari 10, rekahan itu muncul dua hari terakhir setelah wilayah Kecamatan Suruh diguyur hujan lebat selama berhari-hari.

Lanjut Supangun, kejadian itu dibarengi dengan longsoran tanah sepanjang 15 meter yang menimpa rumah milik Parni, akibatnya tembok bagian belakang jebol.

“Beruntung saat itu pemilik rumah sedang di rumah tetangganya, sehingga tidak sampai menyebabkan korban jiwa maupun luka-luka dan hari ini tasi warga berhotong royong untuk membersihkan material longsor,” imbuh kepala desa.

Sementara itu untuk mengantisipasi longsor susulan, Suparngun meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan terlebih pada saat turun hujan.

Orang nomor satu di Pemdes Nglebo ini mengaku juga akan berkonsultasi dengan badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek guna mencari jalan keluar.

“Kami harap pihak BPBD bisa memberikan solusi terhadap ancaman longsor, selain itu kami juga akan mengajukan bantuan untuk korban yang rumahnya terkena longsor,” ujarnya.

Dari data di BPBD kabupaten Trenggalek, Wilayah Kecamatan Suruh terutama Desa Nglebo masuk dalam kategori wilayah rawan bencana tanah losngsor.

Tingginya resiko bencana itu disebabkan oleh topografi wilayah yang mayoritas perbukitan terjal serta struktur tanah yang labil. Dimas