PONOROGO  (edhiebaskoro.com)-  Ditengah-tengah keseibukkannya menjadi Kepala Desa Bringinan, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorog, Barno  juga memiliki beberapa aktifitas. Selain sebagai Kades, Barno juga dikenal sebagai  Pemilik CV Star Baruno  yang memproduksi Pupuk Organik Granul dan Cair. Saat ini Barno  juga dikenal  sebagai Penggerak cara Budi Daya Jahe Merah menggunakan media karung atau polybag. Harga jahe merah yang tinggi ditambah dengan cara budi daya yang tidak ribet (susah) membuat banyak warga memilih untuk menanam Zingiber Officinale Linn Var Rubrum tersebut.

Sebagai Kepala Desa, Barno juga sangat vokal   dalam berbagai kegiatan ini kepada www.edhiebaskoro.com , Selasa (25/2) mengatakan,  menanam jahe merah dengan sistem media karung atau polybag tidak ribet dan tidak memakan tempat besar namun hasilnya bisa tinggi. Misalnya jika menggunakan tanah di kebun, hasil yang didapat untuk sekali panen hanya 1-5 kg, sementara di dalam karung bisa lebih dari 20 kg. Keuntungan menggunakan karung atau polybag simpel. Dia memberikan estimasi pengeluaran dan hasilnya, misalnya untuk satu karung diisi cukup dengan satu tunas dengan harga bibit kisaran  Rp 1.000,00. Dalam waktu 8 hingga 10 bulan atau paling lama 1 tahun, bisa menghasilkan minimal 20 kg.

“Memang murah meriah, cukup menggunakan karung atau polybag, dengan   hasil yang  didapat sangat menggiurkan,” kata Barno di sela-sela membuat pupuk organik dirumahnya. Keuntungan lainnya jelas  Barno, menaman Jahe Merah dengan menggunakan media karung tidak memerlukan tempat yang luas. “Saya hanya menggunakan lahan di samping rumah, depan rumah dan dipinggir jalan. Dan bisa dilihat saat ini Saya menanam sebanyak 600 polybag,”  jelasnya.

Dalam hal perawatan  Barno  menjelaskan, perawatan yang dilakukan untuk penanaman jahe terbilang sederhana dan tidak ribet. Pembenihan dengan penyiraman dilakukan setiap hari hingga 2-3 minggu, kemudian dipindahkan pada media karung yang telah disiapkan tanah campur bogasi  atau pupuk organik Star Baruno. “Setelah tunas jadi kemudian dipindahkan kedalam karung, itu yang penting tanah dikarung harus diolah dulu agar tanahnya banyak nutrisi dan sehat, cukup keasaman tanahnya. Tanah yang dimasukan bertahap, setelah ada tunas  baru,  baru tanah masuk lagi, bertahap,” paparnya.

Lebih lanjut Barno juga mencoba menanam Jahe Merah dengan lahan hanya 1 meter dan 3 meter. Dengan pola ini saya bisa menanam bibit jahe merah sebanyak 300. Bila sukes bisa dikalkulasi bila per batang bisa menghasil  o,5 kg dikali 300 batang  sudah mencapai  450 kg dikali harga jahe merah yang mencapai 7000/kg.  Juga perlu dipahami, ternyata menanam jahe merah itu tidak ubahnya menanam bawang merah. Jadi seperti bawang merah itu tidak ingin tergenang air. Jadi jahe merah pun juga sama, tidak memerlukan air yang banyak. “Tidak tergantung didalam karung saja, bisa juga di dalam pot, wadah, polybag dan sejenisnya. Tiap rumah menanam jahe merah tidak masalah, mudah dan tidak ribet,”  katanya.

Pembudidaya lainnya, Amin  (50 th) mengaku baru memulai budi daya jahe merah. Dia yang mengumpulkan sekitar 100 karung memerlukan bibit jahe sekitar 1 kg. “Modal yang dikeluarkan hanya untuk bibit dan pupuk, selebihnya perawatan. Saya rasa memang tidak ribet, lumayan untuk simpanan Lebaran tahun depan,” ungkap Amin.  (MUH NURCHOLIS)