Dapil

Serap Aspirasi Rakyat, Ibas Audiensi bersama 61 Kepala Desa Kabupaten Pacitan


Serap Aspirasi Rakyat, Ibas Audiensi bersama 61 Kepala Desa Kabupaten Pacitan

Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menggelar audiensi bersama Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Pacitan dengan topik “Tantangan Birokrasi dalam Tatanan Normal Baru”. Kegiatan serap aspirasi tersebut diselenggarakan pada Jumat (10/6/22) di Ruang Rapat Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI pukul 14.00 hingga selesai. Diikuti oleh 61 Kepala Desa Kabupaten Pacitan. 

Audiensi ini bertujuan untuk untuk  memfasilitasi dengan membuka ruang publik yang seluas-luasnya, bahwa partai politik, khususnya FPD DPR RI sangat terbuka untuk berdiskusi dengan semua kalangan dan peduli terhadap demokrasi yang semakin terbuka dan berkualitas. 

“Alhamdulillah Bapak-Ibu yang saya banggakan dapat hadir di tengah-tengah kita semuanya. Saya haturkan sugeng rawuh para Kades dan Lurah sedaya di rumah kami, rumah rakyat, rumah Bapak Ibu semua yang ada di Senayan Jakarta,” ungkap legislator dari Dapil Jatim VII tersebut ketika menyambut kedatangan para peserta. 

“Bapak Ibu pasti lebih sering datang ke Kecamatan, Kabupaten, tapi kali ini datang menemui wakil rakyatnya yang merupakan suatu kehormatan bagi saya, karena saya juga merupakan wakil Bapak Ibu semua yang ada di sini. Insya Allah apa yang diharapkan, diaspirasikan, dan disampaikan dapat kami rumuskan, kami terus perjuangkan, dan tentunya dapat dirasakan hingga saatnya Ibu Bapak di desa - desa bertugas,” sambung Ibas. 

Dalam kegiatan audiensi tersebut, Ibas menerima berbagai aspirasi dari para Kepala Desa yang hadir. Mulai dari bidang pendidikan, perikanan, infrastruktur, kesehatan, hingga pertanian. 

Muhammad Mursid, Kepala Desa Donorojo sekaligus Ketua FKKD Kabupaten Pacitan menyampaikan beberapa harapannya mewakili masyarakat. Pertama, adanya peningkatan kapasitas pesantren di Pacitan untuk mewujudkan pendidikan akhlak yang luhur, termasuk honor untuk madin (guru ngaji) anak-anak di desa. 

Selain itu, ia juga berharap adanya subsidi bibit untuk mengembangkan budidaya perikanan. “Mas Ibas, kami menyampaikan di Kab. Pacitan sudah memberikan subsidi bibit dan sebagainya, namun karena keterbatasan dana yang ada di Dinas, kalau dimungkinkan bantuan dari pusat secara langsung apabila ada program tersebut. Kami mohon digelontorkan kepada masyarakat di Pacitan khususnya sebelah barat. Apabila ada bantuan seperti bibit, peralatan seperti untuk pengelolaan ikan tawar,” terangnya. 

Senada dengan Mursidi, Rochman Mashoeri, Kepala Desa Mentoro juga menyuarakan beberapa aspirasi dari warga di Pacitan. Mursidi menyampaikan perihal UMKM dan lapangan kerja untuk perlindungan sosial. “Dampak pandemi Covid-19 ini benar-benar luar biasa ya Mas. Menurunnya tingkat kesejahteraan masyarakat, tingginya angka pengangguran, dan meningkatnya angka kemiskinan. Kami mohon kepada Mas Ibas untuk program bantuan produktif UMKM ditingkatkan jumlahnya dan sektor sasarannya,” katanya. 

“Kami juga sangat berharap percepatan pemulihan ekonomi di Pacitan, terbukanya lapangan kerja untuk masyarakat dan adanya perlindungan sosial untuk warga miskin dan rentan miskin,” lanjut Mursidi. 

Mursidi juga mewakili suara para petani di Pacitan dengan menyampaikan harapannya akan bantuan alsintan dan pupuk. “Untuk pertanian, terima kasih banyak Mas atas bantuannya selama ini. Kemudian permasalahannya adalah distribusi pupuk subsidi yang susah atau langka dan harganya mahal. Oleh karena itu, dengan adanya Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) adalah solusi untuk sulitnya pupuk subsidi, para petani ini bisa secara mandiri membuat pupuk organik yang ramah lingkungan, menghasilkan produk yang baik, dan meningkatkan pendapatan petani. Kami mohon dengan sangat untuk bisa lebih banyak dianggarkan dalam APBN pusat,” terangnya. 

Selanjutnya, Kepala Desa Gegeran, Marischa Hendriyana menuturkan harapan rakyat khususnya di bidang kemanusiaan dan kesehatan. “Mas Ibas, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, kami membutuhkan fasilitas mobilisasi (ambulans). Di 12 Kecamatan sini, belum ada ambulans ataupun mobil untuk pelayanan di kecamatan masing-masing. Selain itu, untuk kelayakan hidup terkait air bersih, ada salah satu dusun tempatnya agak tinggi di perbukitan masih sulit air bersih.” 

Kemudian, Marischa membahas mengenai keterpurukan pembangunanan infrastruktur akibat pandemi. “Dua tahun mengalami keterpurukan terkait pembangunan, apapun visi misi dan rencana yang sudah disusun tidak ada satupun yang bisa kami cover. Besar harapan kami karena adanya dana yang terlalu minim dan banyak aturan dari Kementerian pusat, maka dari ini mohon untuk memberikan bantuan dana dari alokasi khusus untuk mengcover bangunan infrakstruktur untuk desa di Pacitan,” jelasnya. 

“Terkait infrastruktur, pengerasan jalan, jembatan, pembangunan sarana prasarana olahraga, gedung seni dan balai desa, saluran irigasi, P3TGAI. Alhamdulillah, sementara saat ini program pendampingan Mas Ibas sudah kami rasakan yaitu P3TGAI sekarang ini sudah proses pembuatan. PJU dan BSPS di desa kami juga sudah, terima kasih banyak Mas, semoga dilanjutkan dan ditambah jumlahnya,” tutup Marischa. 

Usai menerima berbagai aspirasi, Ibas kemudian langsung memberikan beberapa tanggapannya. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu menyampaikan dalam rapat Pemerintah, bahwa kesejahteraan dan pembangunan desa-desa harus diperhatihan. 

“Maturnuwun Bapak Ibu atas aspirasi-aspirasi yang sudah disampaikan. Saya sendiri selalu menyampaikan dalam rapat Pemerintah, membangun Negeri ini jangan dilihat dari skala yang besar-besar saja, kita tentu bangga mempunyai bandara, jalan tol, termasuk juga infrastruktur yang luar biasa melalui transportasi antar provinsi dan seterusnya. Tapi kita juga ingin pembangunan tingkat desa juga tetap berjalan, setuju, nggih?” tanya Ibas yang langsung dijawab kompak peserta “Setuju!!!”

“Saya juga setuju tadi disampaikan Mbah Lurah, kuncinya pendidikan kita tidak boleh terputus. Oleh karena itu saya setuju pendidikan akhlakul karimah tetap kita galakkan, saya memang kalo ada program tentang pesantren saya juga mau. Kemarin saya baru bantu, alhamdulillah, setelah mendapat program pembangunan rusunawa Ponpes Tremas untuk asrama putra putrinya, ya memang terbatas,” terang ibas lebih lanjut. 

Untuk program BSPS bedah rumah, Ibas juga mengaku akan terus mencoba supaya jumlah program tersebut terus meningkat. Pada tahun 2021 sendiri, Ibas telah mengawal total 1.167 BSPS bedah rumah di dapilnya. “Tentu saya terus mencoba supaya lebih meningkatkan jumlah program tersebut tidak hanya berhubungan dengan BSPS, rumah layak huni atau sejahtera untuk masyarakat. itupun saya masih was-was, piye, kalo di desa tertentu yang dapat hanya 60 rumah, sementara butuhnya 100 rumah, 40 rumah itu marah apa tidak. Pak Kades harus menjelaskan ini adalah skala prioritas yang dilakukan secara berkala. Kalo semuanya saya sulap kebutuhan di Pacitan ribuan rumah ya mau-mau saja. Tapi kan harus berbagi ke Kabupaten yang lain,” kata Ibas. 

Mengenai pertanian, Anggota Komisi VI DPR RI ini juga menyampaikan bahwa dirinya selalu memperjuangkan kesejahteraan petani dan mengajak untuk saling bergotong royong, berbagi, dan mengasihi. “Saya juga ingin menyampaikan pupuk Pak, pastikan program kita, petani-petani kita yang perempuan-laki, mereka juga menunggu apa solusinya. Saya juga bereaksi, ini banyak lho, bukan hanya petani kita, pekebun-kebun kita juga tidak bisa dapat pupuk subsidi. Harga pupuk langka dan mahal,” ungkapnya. Ibas pun pada 2021 telah menyalurkan puluhan alsintan mulai dari combine harvester hingga pompa air, dan UPPO ke sejumlah poktan di dapil Jatim VII. 

Ibas juga menyadari adanya fakta butuhnya dorongan lebih pengembangan UMKM dan lapangan pekerjaan. Di 2021 ia telah menyalurkan 3.441 Program BPUM dan UMKM. Ia akan terus mendorong produktivitasnya hingga terbukanya lapangan pekerjaan dan memastikan bansos benar-benar diterima oleh rakyat. 

Selanjutnya mengenai peningkatan infrastruktur desa, menurut Ibas dapat dibarengi dengan pengembangan potensi pertanian, dan perkebunan.  “Tentunya infrastruktur, PISEW masih ada. Antar 2 kecamatan, antar 3 kecamatan tapi masih kurang mungkin semua belum tentu merasakan, maka itulah ini bagian dari guyubnya kita disini. Ngurus pampades tetap ada, tapi kami juga bisa mempercepat kebutuhan-kebutuhan itu dengan kuantitas yang terbatas yang disesuaikan. Sehingga tidak hanya pembangunan infrastruktur antar lintas desa, tapi pembangunan infrastruktur usaha tani, usaha perkebunan pun kita perhatikan.” 

Ibas juga mengajak para Kades untuk sama-sama lebih memperdalam dan mengembangkan potensi desa. “Jika ada satu potensi di desa panjenengan sedaya bisa dikembangkan melalui bumdes, swadaya masyarakat, bisa mendapatkan pendapatan juga yang akhirnya meningkatkan kehidupan masyarakat, perangkat desa, dan operasional tadi. Itu juga salah satu jawabannya. Memang kita ingin sekali bisa meningkatkan anggaran desa, sudah dibatasi seperti itu. PKDD per harinya terus meningkat jumlah triliyunannya, kita juga harus merencanakan dengan negara.” 

“Saya juga titip pesan, kalo tidak hanya di Pacitan, warga kita di luar Pacitan yang ingin berinvestasi, ingin mengembangkan usaha, berdagang dan seterusnya dibuka. Agar desa kita juga terbuka terhadap investasi,” tambah Ibas. 

“Jadi mari kita satu padukan, tidak pernah ada kata cukup, tidak pernah ada kata selesai, yang selesai adalah bagaimana kita mengurangi tingkat permusuhan di antara satu sama lain, tapi bagaimana kita meningkatkan semangat kita untuk terus membangun bekerja keras dan lebih pengertian dan tidak boleh bersaing sesama kepala desa tapi justru lebih sering bertukar pikiran, akhirnya satu desa maju, desa satunya lagi bisa lebih maju,” kata Ibas. 

Di akhir pemaparannya, Ibas mengajak para peserta yang hadir untuk bersama-sama memperjuangkan semua aspirasi yang disampaikan. “Bapak-bapak juga harus mengetahui tentang itu, monggo ke depan hal-hal lain juga bisa kita tindak kebersamaan. Tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini, saya ucapkan terima kasih mohon maaf bila ada yang kurang, saya mohon dukungan terus agar apa yang disampaikan sore ini dapat kita perjuangkan. Tolong kalo sudah jalan ojo lali, bahwa perjuangan itu kebersamaan kita jangan pernah kita lupa terhadap bagaimana kita peduli terhadap Kabupaten yang kita cintai bersama,” tutup Ibas. 

Usai melakukan audiensi, para Kepala Desa yang hadir pun tak lupa menyampaikan apresiasi besar dan terima kasihnya karena Ibas sebagai wakil rakyat telah menjalankan tugasnya dengan baik, salah satunya melalui audiensi bersama ini. 

“Kami mewakili sahabat-sahabat Kades Pacitan menyampaikan banyak terima kasih pada Mas Ibas yang telah membangun sinergi antara Pemerintahan Desa dan DPR RI. Kami sangat bangga dan bersyukur, karena kehadiran kami di sini diterima dengan baik untuk menyampaikan gagasan, dan aspirasi tersebut benar-benar diperhatikan. Mudah-mudahan Mas Ibas mampu menjalankan amanah dengan baik dan terus mendapat kepercayaan dari masyarakat. Semangat Pacitan, semangat Mas Ibas!” ungkap Muhammad Syarifuddin, Kepala Desa Semanten, Pacitan. 

Selanjutnya, Wahono Jumari, Kades Glinggangan Pacitan juga menyampaikan syukurnya. “Kami sangat bangga dan senang, ini adalah sesuatu yang perlu disyukuri, karena selama ini kami belum pernah diundang langsung seorang Anggota DPR RI. Penyambutannya luar biasa, kami berharap ke depannya Mas Ibas lebih sukses, terus ingat dengan kita, memperhatikan dan dekat dengan rakyat, kerja sama dengan kami selama ini terus berjalan dengan baik.”

 

 

Bagikan Artikel ke

BERITA LAINNYA
NASIONAL - Buntut Protes Petani dan Pekebun, Ibas Ingatkan Pupuk Holding Beri Solusi Kelangkaan dan Mahalnya Harga Pupuk DAPIL - Serap Aspirasi Rakyat, Ibas Audiensi bersama 61 Kepala Desa Kabupaten Pacitan - Berkunjung Ke Karangpatihan, Ibas dan AHY Disambut 14 Dadak Merak Reog di Lapangan Baskoro  DAPIL - Kunjungi 'Pesta Rakyat' di Pasar Pon Trenggalek, Ibas Sampaikan Rindunya DAPIL - Halal Bihalal di Ponpes Tremas, Ibas: Ponpes Tremas Sangat Berarti di Hati Saya dan Keluarga Besar