Dapil

Ibas: Impor Beras Merugikan Petani Negeri


data/events/Dapil/097336600_1627739201-WhatsApp_Image_2021-07-31_at_18-27-30.jpg

Sektor pertanian merupakan sektor dengan peluang berkembang tertinggi di masa pandemi. Perkembangan pertanian tanah ini pun diakui oleh banyak negara. Salah satu bentuk pengakuannya adalah dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota dewan FAO atau badan pangan dunia untuk 2021--2024. Sayangnya, meski tengah berkembang pesat, kenyataannya petani masih dihadapkan dengan sejumlah masalah. Seperti daya beli yang melemah, berkurangnya lahan garapan, hingga infrastruktur yang belum memadai di sejumlah wilayah. 

Selama ini, Edhie Baskoro Yudhoyono dikenal sebagai sosok yang pro petani negeri, di berbagai kesempatan, ia dengan tegas menolak dilakukannya impor beras. Diakui Ibas, nama sapaannya, regulasi impor beras tidak memberikan keuntungan bagi petani. Sebaliknya, malah merugikan sebab petani harus bersaing dengan harga beras yang relatif lebih murah. Terang saja lebih murah, produksi beras para importir menggunakan banyak alat canggih yang memangkas jam dan biaya pertanian. Berlandaskan alasan ini, sebagai langkah terus mendukung makmurnya petani negeri, pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI (30/7) serentak di Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan, Ibas kembali menyalurkan bantuan alat tani. Bantuan ini merupakan hasil kawalannya dari Program Combine Harvester Komisi IV DPR RI. 

Melalui sambutannya, Ibas mengungkapkan rasa prihatinnya akan kondisi masyarakat dan perekonomian saat ini. Dirinya juga berharap agar program kawalannya bisa memberikan semangat baru. “Semoga bantuan program kawalan alat panen combine ini bisa menjadi semangat modernisasi untuk pertanian kita. Mugi-mugi, ke depannya, hasil panen dapat semakin baik dan kita dapat melakukan proses pemanenan dengan baik, cepat, dan efisien. Tentu hasil akhirnya lebih untung dengan adanya nilai tukar petani yang berkeadilan.”

Ibas juga menyampaikan bahwa dirinya memahami duka dan ketakutan yang sedang dialami rakyat. Akan tetapi, dirinya berharap para petani tidak patah semangat dalam bertani, sebab para petani adalah sosok di balik ketahanan pangan negeri. “Saya berharap, walaupun hati kita sedih dan prihatin, tolong jangan menggoyahkan semangat sedoyo poro gapoktan untuk tanam, panen pertaniannya, nggih. Sangat penting dan diperlukan untuk ketahanan pangan kita. Monggo kita sareng-sareng, bahu membahu menyusun kembali harapan dan perjuangan untuk masyarakat yang adil dan makmur,” paparnya.  

Menanggapi bantuan dari Ibas ke petani Pacitan, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang diberikan. Diakui Mas Aji, Program ini sangat bermanfaat untuk warga Pacitan. Dirinya juga berharap Ibas dan semua petani diberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Pak Yanto, salah seorang petani dari Trenggalek juga ikut menyampaikan aspirasinya. “Saya mewakili seluruh Kelompok Tani yang ada di desa, mengucapkan terima kasih kepada Mas Ibas atas bantuan alat panen padi. Alat ini sangat membantu kami dalam menggarap 206.000 hektar. Semoga semakin banyak bantuan yang bisa diberikan pemerintah dan JLS (Jalan Lingkar Selatan) bisa dipercepat pembangunannya”, ujar Pak Yanto mewakili petani di kelompoknya.

Bagikan Artikel ke

BERITA LAINNYA
NASIONAL - Ibas Ingatkan Bahaya Risiko Penyebaran Pandemi Covid-19 Next Wave yang Mengancam di Tahun 2022  EBY FAMILY - 10 Tahun Pernikahan, Aliya Rajasa: Perjalanan Bersama yang Tak Pernah Berakhir  NASIONAL - Fraksi Partai Demokrat DPR RI Gelar Doa Bersama untuk SBY, Ibas Sampaikan Terima Kasihnya  NASIONAL - Jenderal Andika Perkasa Resmi Jadi Panglima TNI, Inilah Harapan Ibas  DAPIL - Ibas: Negara Bisa Saja Kempes Sedikit Kantongnya, tapi Rakyat Jangan!