Ngawi- Sesuai dengan keputusan Menteri Pendidikan, pengumuman hasil ujian akhir nasional setingkat SMA bakal dilaksanakan tanggal 24 Mei mendatang.

Terkait dengan hal tersebut, Komisi II DPRD Ngawi melakukan dengar pendapat dengan Kadindik Drs. Abimanyu, ketua Dewan Pendidikan Istar dhurori, Kapolres di wakilkan oleh Kabagops Kompol Suwarno, dan Satpoll PP.

Kepada media ketua komisi II DPRD Ngawi Slamet Riyadi Ssos Mhum mengungkapkan sedikitnya 2341 siswa SMA, 532 SMK, 938 MA dan 2 siswa SMLB  akan menerima pengumuman hasil akhir ujian pada tanggal 24 mei mendatang. “Potensi kerawanan itu harus bisa kita antisipasi bersama agar tidak mencoreng dunia pendidikan kita,” tukas Slamet.

 

Dalam dengar pendapat tersebut, Dewan pendidikan dan Dinas Pendidikan terkesan beda pendapat. Dinas pendidikan memperbolehkan konvoi asal damai, sementara Dewan pendidikan tidak memperbolehkan dengan alasan kerawanan di jalan raya.

Mendasar hal tersebut dewan meminta kepada pihak kepolisian untuk mengantisipasi aksi konvoi mereka yang terkadang berlebihan. ”Mereka pasti susah di berikan pemahaman untuk tidak meluapkan kelulusan dengan aksi coret mencoret baju, turun dijalan hingga memenuhi obyek wisata local sebagai ajang luapan emosi sehingga pandai-pandainya kita untuk menekan aksi berlebihan” ungkap Slamet. 

Ditegaskan Slamet, pihaknya memberikan strasing dari hari H hingga H+3 untuk petugas melakukan pengawasan dan mengkontrol situasi lalin dan obyek wisata. “Kami berharap kepada anak-anak sekolah agar tidak meluapkan secara berlebihan, ini juga harus diimbangi dengan peran serta orang tua untuk memberikan pengertian dan pemahaman kepada putra-putrinya. Kita memprediksi dari hal yang paling buruk, dikandung maksud agar luapan emosi para siswa dapat kita tekan semaksimak mungkin “ tegasnya (ardian)