Trenggalek – Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur memastikan, 6.083 pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di diwilayahnya siap mengikuti ujian nasional (UN) 2013 tanggal 15-18 April mendatang.

“Seluruh siswa, mulai SMA (sekolah menengah atas), MA (madarasah aliya) dan SMK (sekolah menengah kejuruan) jauh-jauh hari sudah kami berikan sosialisasi tentang tata cara UN, kami juga memberikan bimbingan melalui sekolah masing-masing,” kata Sekretaris Dinas P & K Kabupaten Trenggalek, Ahmadi, Rabu.(3/4/2013)

Ia menjelaskan, pada ujian nasionl tingkat SLTA di Trenggalek tahun ini bakal diikuti oleh 2306 siswa SMA, 945 siswa madrasah aliyah serta 2832 pelajar SMK. Ribuan pelajar tersebut akan mengikuti ujiaan nasional di 42 sekolah penyelenggara.

“Untuk jumlah pesertanya dibanding tahun lalu mengaalami penambaahakan dari 5.817 menjadi 6.083, namun untuk sekolah penyelenggaranya menyusut satu sekolah,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk menghadapi ujian akhir tersebut para peserta diminta memperhatikan peraturan yang diterapkan serta mempersiapkan mental dan belajar mulai dari sekarang, mengingat aturan dalam ujian tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Salah satunya adalah, penambahakan jenis soal setiap ruang kelas, dari semula empat jenis menjadi 20 jenis, sehingga seluruh soal dalam satu ruangan berbeda antara satu dengan yang lainnya.

“Jadi siswa A dan B tidak bisa saling contek, karena soalnya sudah berbeda. Hal inilah yang perlu disikapi serius oleh para peserta dengan rajin belajar,” imbuhnya.

Selain itu, dalam UN nantinya, seluruh soal yang dibagikan kepada masing-masing peserta mejadi satu paket dengan lembar jawaban komputer (LJK).

“LJK tersebut akan dipotong oleh masing-masing peserta UN dengan menggunakan teknik khusus, karena kalau proses pemotongan itu dilakukan secara sembarangan bisa jadi robek dan tidak dapat dipakai,” kata Ahmadi.

Ahmadi menambahkan, ketabalan lembar jawaban yang dipakai juga juga lebih tipis dibanding tahun lalu. Untuk mencegah robek dan kerusakan pada saat pengerjaan, pihaknya meminta para siswa tidak terlalu merincungkaan pensil yang digunakan.

“Kalau terlalu runcing LJK-nya bisa jebol, selain itu penghapus yang dipakai juga harus yang lembut, pokoknya untuk UN kali ini harus ekstra hati-hati,” imbuhnya.

Sementara itu untuk mengawasi proses ujian nasional, bekas kepala SMA Negeri I Trenggalek ini mengaku pihaknya akan mengerahkan 1.594 guru pengawas. Setiap ruang ujian bakal dijaga oleh dua orang pengawas.

“Sedangkan pengawasnya ini kami silang antara sekolah satu dengan yang lain dan guru mata pelajaran yang diujikan tidak boleh iku mengawasi,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan saat ini bidang SMP dan SMA masih mengikuti rapat khusus di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur untuk membahas distribusi soal ujian serta mekanisme yang akan dijalankan.

“Untuk pengamanannya masih sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya, mulai dari pengambilan soal, distribusi dan pengembalian LJK akan dikawal oleh pihak kepolisian,” pungkasnya. (Dimas)