Ngawi-Sudah menjadi agenda rutin petugas pengayom masyarakat jelang akhir tahun2015 gelar pres realease perihal pelanggaran dan kejadian kriminalitas selama setahun terakhir. Secara angka global kriminalitas di wilayah hukum Polres Ngawi memang turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, demikian juga situasi dan kondisi kamtibmas terbilang kondusif dan terkendali. Meski demikian jajaran korps baju coklat tersebut diharapkan tetap dalam kondisi waspada baik secara personal maupun kesatuan. Penegasan itu langsung disampaikan Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi pada agenda konferensi pers 2015 bersama para wartawan di Aula mapolres setempat, Sabtu (26/12). Kegiatan yang digelar Kapolres Ngawi yang juga dihadiri para jajaran kapolsek diwilayahnya itu sekaligus bentuk analisa dan evaluasi (anev) terhadap gangguan kamtibmas selama tahun 2015.

“Memang dilihat grafisnya angka kriminal dari berbagai kasus untuk tahun 2015 ini turun, namun demikian kita harapkan kepada anggota jangan sampai lengah terhadap aksi kejahatan,” kata Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi dengan didampingi Kabag Ops Kompol Suwarno.

 

Kata orang nomor satu di jajaran Polres Ngawi ini, meski situasi kondusif namun seiring dinamika perkembangan sosial ekonomi masyarakat secara tidak langsung berdampak terjadinya gangguan kamtibmas baik kriminalitas umum, narkoba, dan kecelakaan lalu-lintas. AKBP Suryo Sudarmadi pun tidak menepis, dengan kondisi sedemikian itu tidak serta merta membuat peluang kelengahan yang dilakukan setiap individu polisi dalam memberikan perlindungan, pelayanan serta pengayoman terhadap masyarakat.

 

Urai Kapolres Ngawi angka kriminalitas secara umum menurut trendnya ditahun 2015 dibanding tahun 2014 lalu angkanya mengalami penurunan baik kasus yang dilaporkan maupun yang diselesaikan. Sesuai datanya, tahun 2014 lalu dari jenis kejadian baik curat, perjudian, penipuan, curanmor, aniaya dan ilegal logging.

Sesuai angkanya yang dilaporkan terdapat 362 kasus, diselesaikan 289 kasus kemudian tahun 2015 ini yang dilaporkan 298 kasus dan diselesaikan 220 kasus. Dengan angka tersebut bisa diketahui angka persentase total trend kasus 2015 mendasar 2014 turuin 17,67 persen yang dilaporkan sedangkan yang diselesaikan turun 39.22 persen.

Sedangkan perkara narkoba di tahun 2015 ini khusus untuk jenis narkotika bukan tanaman seperti sabu dan ekstasi mengalami kenaikan 87.05 persen. Angkanya, tahun 2014 ada 8 kasus yang dilaporkan dan 8 kasus bisa terselesaikan, kemudian tahun berikutnya 2015 ini ada 15 kasus yang dilaporkan dan 15 kasus diselesaikan.

Namun untuk narkotika tanaman ganja mengalami penurunan 40 persen dibanding tahun sebelumnya berikut rincianya 2014 ada 5 kasus yang dilaporkan dan 5 kasus diselesaikan. Satu tahun kemudian, ada 3 kasus yang dilaportkan disusul 3 kasus berhasil diselsaikan.

 

Untuk jumlah kejadian laka lantas memang secara umum mengalami kenaikan sebesar 6.65 persen, dimana tahun 2014 ada 526 kasus kejadian dan setahun kemudian mengalami kenaikan 35 kasus sehingga mencapai 561 kejadian. Bahkan dari kejadian tersebut korban meninggal tahun ini naik 1.11 persen, angkanya 2014 ada 90 orang meninggal dan 2015 ini tercatat 91 orang meninggal.

Sisi lain untuk korban luka berat turun 74.27 persen, datanya 2014 ada 241 orang dan 2015 terdapat 62 orang. Akan tetapi untuk luka ringan justru mengalami kenaikan secara signifikan hampir 59.38 persen dimana tahun 2014 hanya 470 orang tetapi setahun kemudian naik 735 orang. Angka laka lantas tersebut memang mendasar melibatkan kendaraan baik sepeda motor, mobil penumpang dan bus.

Kemudian tidak kalah pentingnya pelanggaran kedisiplinan maupun KKEP serta pidana yang dilakukan anggota kepolisian dengan pangkat setingkat Brigadir memang angkanya cukup tinggi naik 33.03 persen dibanding tahun 2014 lalu. Dimana, untuk pelanggaran kedisiplinan saja tahun ini naik 100 persen dibanding tahun sebelumnya, yang mana 2014 hanya ada 3 kasus tetapi tahun ini ada 6 kasus.

Sedangkan KKEP terbilang masih stagnan kasusnya yakni 0 persen tetapi angka itu juga hampir sama dengan kasus pidana turun 50 persen, tahun 2014 ada 2 kasus dan tahun 2015 ini ada 1 kasus. Diakhir penjelasan Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadi dalam menuntaskan berbagai kasus setiap anggota personel kepolisian memang perlu reward atau penghargaan.

“Ya setiap anggota perlu ada apresiasi dalam menuntaskan kasus baik kasus umum maupun lainya. Tetapi perlu diakui juga memang tahun ini totalnya yang mendapatkan reward itu turun 18 persen. Dengan angka itu tentunya menjadikan motivasi kita untuk tahun yang akan datang,” pungkas Kapolres Ngawi AKBP Suryo Sudarmadji.