PONOROGO – Empat tahap Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) telah tuntas digelar tahun 2013. Pelantikanpun hanya menyisakan tahap ke empat sebanyak 65 Kepala Desa. Dari 198 gelaran Pilkades, Calon Patahana alias incumbent atau Kades sebelumnya hanya memenangkan di 76 Desa. Selebihnya diisi oleh orang-orang baru. Tak hanya itu, selain 17 perempuan yang menjadi pemimpin ditataran Pemerintahan Desa, sebanyak 85 Pilkades merupakan jago tunggal, atau dikenal lawan Bumbung Kosong.

 Kepala Badan Pemerintahan Desa Pemkab Ponorogo, Najib Susilo saat dikonfirmasi www.edhiebaskoro.com  Senin (17/6) mengatakan, tahun 2013 ini pemilihan kepala desa digelar empat tahap. Tahap pertama sebanyak 22 pilkades, tahap 2 sebanyak 51, tahap tigasebanyak 60 dan baru saja digelar tahap empat sebanyak 66 pilkades. “Saat ini hanya tinggal pelantikan tahap yang ke empat,” kata Najib Susilo.

 Dia juga mengatakan, sebanyak 198 pemilihan kepala desa, 76 diantaranya dimenangkan incumbent atau kades sebelumnya, lainnya diisi oleh kepala desa yang baru. Selain itu, jumlah calon tunggal ditahun 2013 ini sebanyak 85. Yang cukup menarik adalah perempuan yang berhasil menduduki posisi kepala desa sebanyak 17 orang, ini meningkat dari tahun sebelumnya.

“Dinamika Pemilihan Kepala Desa selalu menghadirkan suasana tersendiri. Yang jelas, semua sudah sesaui dengan mekanisme yang berlaku. Kalaupun ada hal-hal yang dinilai kurang berkenan silahkan saja melalui tahapan mekanisme yang ada, mulai kekeluargaan hingga masuk ranah hukum,” paparnya.

Lebih lanjut Najib mengatakan, tujuh desa yang calonnnya tiga orang, yakni Desa Ngrupit, Wagir Lor, Nambang Rejo, Grogol, Kori dan Sampung. Sementara 3 desa bahkan calonnya mencapai 4 orang, yakni desa Gajah, Coper dan desa Banjarejo. Harapannya, suasana desa yang telah melakukan pemilihan tetap kondusif serta  aman dan terlaksananya pemerintahan desa yang baik.

 “Sangat penting adalah menjaga keharmonisan masyarakat didesa. Jika ada persoalan persoalan yang kecil diharapkan ada jalinan silahturahmi dan kekeluargaan. Sebab sangat penting kondisi desa yang aman dan damai untuk melaksanakan pembangunan,” pungkasnya.  (MUH NURCHOLIS)