Ngawi- Untuk meningkatkan mutu serta kwalitas pertanian berkelanjutan,  setidaknya 100 petani dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Ngawi  diberangkatkan mengikuti Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA-KTNA) di Kabupaten Jombang – Jawa Timur mulai tanggal 22 sampai 26 April 2013.

Kegiatan tersebut  dilepas oleh Bupati Ngawi, Ir Budi Sulistyono, didampingi jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpinda) di Pendopo Wedya Graha. Sebelumnya dalam pemaparannya, Kanang (panggilan akrab Bupati Ngawi Ir Budi Sulistyono-red) menyampaikan beberapa pesan yang pada pointnya PEDA-KTNA tersebut untuk mencapai tiga sukses pertanian. Meliputi sukses pengetahuan, teknologi dan informasi, sukses membangun kelembagaan dan jejaring agrobisnis dan sukses dalam menumbuhkan ekonomi kerakyatan berbasis pertanian. “ Dengan adanya program ini diharapkan mereka selaku petani akan mampu mengembangkan potensi serta sumber daya alam yang mencakup pertanian di Kabupaten Ngawi sehingga bermuara meningkatnya taraf perekonomian berbasis pertanian,” ungkap Kanang.

Sementara ditempat yang sama Ir.Slamet Purwono,MMA selaku Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Ngawi menjelaskan manfaat  PEDA-KTNA tersebut sebagai sarana konsolidasi antar anggota KTA se – Jawa Timur. Sekaligus media fasilitasi kegiatan ekonomi riil dan pembangunan kemitraan usaha pertanian.

Dijelaskannya, para peserta yang diberangkatkan ke Kabupaten Jombang tersebut terbagi atas 13 klaster sesuai  skill individu yang dimiliki.

“Sangat dimungkinkan dengan kegiatan semacam itu akan berkelanjutan secara regional dan nasional dan akan membawa dampak positif terhadap kemajuan pertanian itu sendiri,” ujar Ir.Slamet Purwono,MMA.

Ditambahkan Slamet, PEDA- KTNA tahun 2013 Jawa Timur  yang dipusatkan di Kabupaten Jombang membawa warna baru dari kegiatan PEDA tahun-tahun sebelumnya. Dimana event ini tidak lagi tersentral pada satu titik kegiatan, tetapi terpecah pada 13 klaster yang memiliki spesifikasi beragam. “Kita harapkan seluruh petani peserta bisa saling belajar, tukar pengalaman sekaligus membangun jejaring usaha yang saling memperkuat,” tukasnya. Ardian