PACITAN – Pantai Klayar di Pacitan terkenal dengan Seruling Samudera, air yang muncrat dari bawah karang. Namun kini ada seruling sungguhan, dimainkan 1.001 siswa.
Siang begitu terik. Hanya semilir angin laut sedikit mengurangi sengatan mentari. Di depan mata tampak hamparan samudera biru berbatas pasir putih di sepanjang pantai. Tebing karang menjulang di ujung teluk menambah rupawan panorama Pantai Klayar, Kamis (18/2/2015) siang.
Dari bawah pepohonan nyiur di ujung barat pantai lamat-lamat terdengar musik mengalun. Bunyi itu berpadu dengan meriah tepuk tangan penonton saat jeda ataupun akhir lagu.
Uniknya, di antara musik genre campursari terdengar pula suara seruling. Awalnya pelan. Kian lama kian keras menampilkan aneka nada penuh harmonisasi. Sementara para pemainnya yang semuanya anak-anak tampak berbaris rapi. Formasinya nyaris tak berubah.
Para seniman cilik itu adalah siswa SD hingga SLTA dari 4 desa di sekitar Pantai Klayar. Yakni Sendang, Kalak, Widoro, dan Sawahan. Penampilan mereka hari ini merupakan buah gemblengan para guru selama 2 bulan terakhir.
“Dua bulan penuh kami melatih mereka. Memang tidak mudah, apalagi jadwal belajar anak-anak juga sangat padat. Akhirnya kami siasati dengan memanfaatkan waktu senggang di antara kegiatan belajar mengajar,” kata Supriono, seorang pendidik saat mendampingi anak asuhnya dari SMP 2 Donorojo.
Ada 2 lagu yang mereka mainkan. Masing-masing Pacitan, Paradise of Java dan Pantai Klayar. Lagu pertama merupakan gubahan seniman lokal Hurip Sapro Wibowo. Sedangkan lagu Pantai Klayar adalah buah karya seniman Didi Kempot setelah terinspirasi keindahan obyek wisata di ujung barat Kota 1.001 Gua itu.
Wasi Prayitno, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten menyatakan kegiatan konser merupakan salah satu bentuk promosi wisata. Harapannya, nama besar Pantai Klayar yang selama ini sudah banyak dikenal akan makin mendunia.
“Kita sengaja mengadakan kegiatan Konser 1001 Seruling di objek wisata Seruling Samudera Pantai Klayar ini. Nantinya akan kami jadikan sarana memperkenalkan Pacitan kepada dunia,” katanya.
Tentu saja, konser 1001 seruling bukan satu-satunya daya tarik yang membuat ribuan wisatawan datang ke pantai yang terletak di Desa Sendang. Kedatangan artis Didi Kempot yang tampil di panggung dengan beberapa lagu membuat suasana kian meriah. Bahkan sejak dimulai pukul 14.00 WIB hingga berakhir sekitar pukul 16.00 WIB penonton tak beranjak dari tempatnya.
“Mudah-mudahan ini menjadi hiburan bagi masyarakat Pacitan dalam merayakan Hari Jadi daerah kita tercinta ke-271 tahun,” ujar Bupati Indartato usai menyaksikan konser.
“Birune segoro Kutho Pacitan, Pantai Klayar sing nyimpen sewu kenangan (Birunya laut Kota Pacitan, Pantai Klayar yang menyimpan seribu kenangan),” itulah bait terakhir lagu ciptaan Didi Kempot disambut riuh tepuk tangan penonton. (**)