Pacitan-Maraknya peredaran obat maupun jamu ilegal di Pacitan membuat khawatir sejumlah kalangan. Betapa tidak dalam satu tahun terakhir, jajaran satuan narkoba polres Pacitan berhasil menyita ribuan obat-obatan kemasan serta produk jamu tak berijin masuk wilayah hukum Pacitan.

Menurut Kapolres Pacitan AKBP Aris Hariyanto, saat acara launching menuju Kabupaten Pacitan zero narkoba, Kamis (4/04/13), selain ribuan barang-barang ilegal itu pihaknya juga menangkap 6 tersangka. Jenis obat dan jamu ilegal tersebut lanjut Kapolres, banyak ditemukan di wilayah pinggiran. Ironisnya, selain sudah terpajang di warung-warung pengedar juga berani menawarkan langsung dari rumah ke rumah.

Ada beberapa alasan mengapa barang-barang tersebut beredar di masyarakat. Selain mudah didapat, masyarakat juga membutuhkan obat-obatan tersebut karena secara ekonomis lebih terjangkau. Namun, kebanyakan dari mereka tidak mengetahui tingkat resikonya. Parahnya lagi, dari hasil investigasi polisi asal obat atau jamu ilegal tersebut bukan dari pabrikan namun hasil rekayasa perseorangan.

Selain obat maupun jamu tak berijin, kewaspadaan lain adalah bahaya narkoba. Meski peredaranya tergolong minim, namun wilayah Pacitan yang strategis patut menjadi kewaspadaan. Menurut Wakil Bupati Pacitan Prayitno yang juga ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK), kekhawatiran tersebut cukup beralasan. Dari data Nasional, Regional maupun lokal Pacitan sendiri kasus penyalah gunaan narkoba dari tahun ke tahun terus meningkat.Baik kuantitas maupun kualitas.

Lebih lanjut Prayitno menyatakan, untuk upaya preventif pihaknya mengajak semua pihak menyelamatkan generasi dari ancaman narkoba. Mulai dari keluarga, lingkungan sekolah maupun perkantoran. Termasuk peran dari pemangku wilayah mulai Kepala Desa hingga Ketua RT serta tokoh masyarakat dan ulama.

Launching  menuju Kabupaten Pacitan zero narkoba ditandai dengan pemusnahan barang bukti ribuan paket obat serta jamu ilegal hasil operasi Sakau dan Pekat 2012. Selain itu juga dilakukan tes urin bagi seluruh undangan. Selain kepala BNK dan Kapolres acara ini juga disaksikan Kajari, Kalandri serta seluruh unsur terkait serta dari Kementerian Agama. Tim Media Pacitan