PONOROGO – Menyambut datangnya bulan Ramadhan atau puasa masyarakat di Kabupaten Ponorogo, Jatim masih rutin menggelar tradisi megengan.
 
     Megengan biasanya dilaksanakan pada malam hari pertama Ramadhan. Warga biasanya berkumpul di Masjid atau mushola atau rumah tokoh lingkungan setempat.
 
     Seperti yang dilaksanakan warga di RT. 02, RW. 02, Dukuh Duwet, Desa Bancar, Kecamatan Bungkal, Ponorogo, Minggu (5/6) warga berkumpul di rumah salah satu tokoh setempat. “Habis maghrib warga satu lingkungan berkumpul dan membawa ambengan untuk sama-sama di doakan dilanjutkan makan bersama,” ungkap Mbah Kateni, warga setempat, Minggu (5/6) malam.
 
     Dia menambahkan sebelum diporak atau dimakan bersama, ambengan yang terkumpul dibacakan doa bersama dipimpin tokoh tertua lingkungan. Lebih lanjut, ia menambahkan tradisi megengan adalah tradisi turun temurun warga Kota Reyog. “Ini juga sebagai bentuk shodaqoh warga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukura kepada Allah SWT,” terang Djaini, ulama setempat.
 
     Megengan, menurutnya juga sebagai bukti kekompakan warga satu lingkungan sekaligus ajang silaturahmi. “Kita berkumpul, kompak, berdoa bersama dan dilanjutkan makan ambengan bersama,” paparnya.
 
     Ambengan biasanya berisi makan dan lauk pauk beraneka ragam sesuai kemampuan dan keikhlasan masing-masing individu yang berkumpul. “Tradisi megengan harus tetap dan terus kita lestarikan,” ungkap Pamuji selaku Kepala Desa Bancar, Senin (6/6). (mnc)