PONOROGO – Keinginan sejumlah warga Kabupaten Ponorogo yang berada di perantauan untuk pembangunan bandar udara di Kota Ponorogo ternyata malah bertolak belakang dengan keinginan masyarakat Ponorogo pada umumnya.
 
     Saat ditemui, Selasa (14/6) kemarin  sebagian besar warga berharap bukan pembangunan bandara. “Kami ingin jalanan di 21 kecamatan, 307 desa mulus, tidak berlubang sehingga tidak menyusahkan pengguna jalan, kenapa mikir pembangunan bandar udara,” harap Miswanto, warga Desa Temon, Kecamatan Sawoo.
 
     Ungkapan senada juga disampaikan oleh Basri, warga Desa Siwalan, Kecamatan Mlarak. Menurut Basri, pembangunan bandar udara di Ponorogo belum mendesak. “Masyarakat saat ini pengin jalan di seluruh Ponorogo tidak berlubang dan nyaman bagi para pemakai jalan karena kalau berlubang sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Basri.
 
     Secara terpisah Lukito, warga Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel pun berharap Pemkab Ponorogo segera memperhatikan sarana jalan yang rusak. “Pemkab Ponorogo harus segera merespon keinginan warganya agar infrastruktur jalan segera baik,” kata Lukito.

     Senada juga disampaikan oleh Wagiran, warga Desa Gajah, Kecamatan Sambit. Wagiran butuh realisasi pembangunan infrastruktur jalan segera dilaksanakan. “Perbaikan harus segera dilaksanakan agar korban tidak berjatuhan,” terang Wagiran.
 
     Lain halnya yang disampaikan oleh Samin, warga Desa Watubonang, Kecamatan Badegan juga meminta segera ada perbaikan jalan rusak. “Bandara tidak penting, jalan mulus dambaan warga Ponorogo,” pinta Samin yang diamini oleh Doni warga Desa Kauman, Kecamatan Kauman dan Didik warga Desa Gelanglor, Kecamatan Sukorejo. (mnc)