PACITAN – Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur kehabisan persediaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga banyak pengendara yang kecewa dan menyerbu SPBU yang masih mempunyai persediaan.
Di SPBU Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan misalnya, sejumlah bahan bakar sudah habis. Pengelola SPBU memberi tulisan stok habis untuk bahan bakar yang habis. Selain itu di beberapa SPBU lainnya, seperti di SPBU Punung, SPBU Nanggungan dan SPBU Mentoro juga mengalami hal serupa.
Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Sekkab Pacitan, Joni Maryono, mengatakan, bahwa kelangkaan BBM hampir disemua daerah di Indonesia. Hal itu, diakuinya belum bisa terurai. Pemerintah pusat melalui kementerian terkait, lanjut dia, belum menyampaikan pernyataan apapun terkait kelangkaan bahan bakar minyak di mayoritas daerah.
“Sampai detik ini belum ada kejelasan dari pemerintah ataupun pihak Pertamina soal kelangkaan BBM yang terjadi hampir disemua daerah itu,”tandasnya kepada wartawan, Kamis (7/1/2016).
Biasanya untuk stok pertamax sampai 8 ribu liter, begitu juga dengan stok pertalite dan solar. Sementara, untuk premium sampai 16 ribu liter. Akibat kelangkaan BBM, Pada rabu sore, di SPBU Ploso terjadi antrean yang sangat panjang sekitar hampir 500 meter. Warga baik pengendara roda dua, roda empat, termasuk pembeli dengan jeriken antre di satu lokasi. Sejumlah pembeli yang tidak ingin antre akhirnya meninggalkan lokasi SPBU.
Namun demikian, Joni Maryono memastikan bahwa kelangkaan BBM tidak berimbas terhadap ketersediaan bahan bakar minyak dengan bahan pokok ataupun sayuran. “Meskipun BBM langka, bukan berarti bahan pokok atau sayuran juga akan ikutan langka hingga berdampak kenaikan harga. Indikator penentu persediaan antara bahan bakar dengan bahan pokok atau sayuran memang berbeda,” pungkasnya.(frend)