Pacitan-Geliat investasi mulai menampakkan gregetnya di Pacitan. Pada Triwulan Pertama (Januari-Maret) 2013 nilai investasinya pun terbilang tinggi, jumlahnya mencapai 26,7 miliar.

Uang sebanyak itu berasal dari para pengusaha lokal maupun penanam modal dalam negeri (PMDN) dan penananam modal asing (PMA).

“Kebanyakan bergerak di bidang perdagangan,” kata Kabid Penanaman Modal, Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan (BPM dan PP) setempat, Ratna Susy Rahayu, Selasa, (23/04/2013).

Disamping perdagangan, ujar Ratna, ada sektor usaha lain yang menjadi bidikan para pemilik modal, di antaranya, usaha rumah makan, pariwisata, dan percetakan.

Dari beberapa jenis usaha tersebut mampu memberi kesempatan kerja bagi 536 warga lokal. Keberadaan pengusaha berdampak positif pada perekonomian di Pacitan.

“Selain memberi kontribusi pada pendapatan asli daerah juga mengurangi pengangguran,” kata dia menyimpulkan.

Kendati begitu, menurut Ratna, perkembangan investasi di Pacitan berjalan lambat. Pemicunya, belum terbukanya seluruh akses transportasi antar kota. Belum lagi, faktor jarak yang berjauhan dengan kota industri. “Tapi, pihak BPM dan PP tetap berupaya menarik para investor berskala regional hingga nasional,” katanya.

Hasilnya, dalam tiga bulan terakhir sudah ada dua pengusaha di bidang semen yang tertarik berinvestasi di Pacitan. Satu di antaranya sudah mulai mengajukan izin. Itu, setelah memaparkan rencana kerjanya di depan jajaran pejabat pemkab. Tapi, satu investor lainnya hingga kini belum memberikan kabar kelanjutannya.

“Kalau nanti benar-benar jadi, akan banyak warga yang terserap bekerja ke sana,” tambahnya.

Kendati demikian, upaya menarik pelaku usaha lokal tetap dijalankan. Apalagi, selama ini ditengarai banyak yang belum mengantongi izin. Karena itu, petugas satker tersebut berupaya menjemput bola untuk memberikan pelayanan. “Terutama di daerah-daerah pelosok yang belum berizin,” pungkasnya. Frend Mashudi