TRENGGALEK – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencanangkan kampung Keluarga Berencana (KB) di Trenggalek, Jawa Timur. kampung ini diharapkan menjadi salah satu percontohan untuk program pengendalian laju pertumbuhan penduduk.
Kampung KB ini dicanangkan di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, desa ini dipilih BKKBN karena dinilai berhasil dalam menekan laju pertumbuhan penduduk, mengingat sebagian besar warga telah memiliki kesadaran tinggi untuk mengikuti program keluarga berencana.
Deputi Bidang Advokasi, Penggerakan dan Informasi BKKBN, Abidinsyah Siregar mengakui, saat ini program KB yang telah digalakkan pemerintah pusat belum berhasil secara maksimal, sejumlah persoalan masih terjadi di lapangan.
“Bahkan banyak diantara masyarakat yang tidak bisa mengakses program KB, padahal pemerintah pusat telah menggelontoran bantuan alat kontasepsi secara gratis yang disebar di berbagai fasilitas kesehatan,” katanya.
Pemerintah berharap, adanya kampung KB ini menjadi contoh daerah-daerah lain, untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Dijelaskan, keberhasilan KB akan berpengruh besar terhadap kesejahteraan, kesehatan serta kemakmuran keluarga.
“Makanya semua harus dikontrol, jangan menikah terlalu muda, jangan banyak anak dan jangan terlalu dekat jarak kelahiran antara anak satu dan yang kedua,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak mengapresiasi langkah pencanangan kampung KB, pihaknya berjanji akan mengembangkan program serupa di desa-desa lain.
“Ini sangat penting, karena kesuksesan seseorang berawal dari keluarga, makanya harus menjadi keluarga berencana, semua direncanakan,” katanya didampingi Arumi Bachsin.
Saat ini angka pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan tajam, sesuai hasil sensus penduduk tahun 2013 , jumlah penduduk di Indonesia mencapai 250 juta jiwa, atau mengalami kenaikan pertahun rata-rata 1,49 persen. Diperkirakan jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2045 akan mencapai 45o juta jiwa. (DIMAS)