Siapa sangka, industri rumahan berupa kerajinan tas anyaman dari bahan plastik yang yang kebanyakan dikerjakan oleh ibu-ibu paruh baya, milik Suwardi warga Desa Poh Konyal, Kecamatan Pangkur-Ngawi mampu menembus pangsa pasar ekspor.

 

“Sejak tahun 2010 anyaman tas berbahan plastik tidak hanya dipasarkan secara domestik melainkan sudah mampu menembus ekspor dengan mendasar pesanan yang ada,” terang Suwardi, Rabu (29/2).

 

Pemilik usaha Manunggal tersebut mengatakan kendala yang dihadapinya saat ini bahan dasar plastik dimana stok yang ada kurang memenuhi apabila pesanan meningkat. Meskipun demikian kata Suwardi dalam satu bulanya masih mampu memproduksi 15 ribu sampai 20 ribu tas plastik.

selama ini pemasaran banyak di arahkan ke Kalimantan dan sumatra