Trenggalek- Pemerintah Kabupaten Trenggalek memastikan pelaksanaan ujian nasional (UN) hari pertama tingkat SMA sederajat berjalan dengan lancar.

Kepastian itu didapatkan setelah Wakil Bupati Trenggalek, Kholiq bersama sejumlah pejabat dinas pendidikan melakukan inspeksi mendadak di SMA I dan 2 Trenggalek, serta memantau perkembangan yang ada.

“Insya-Allah semuanya tidak ada masalah, seluruh soal juga sudah terdistribusikan ke masing-masing sekolah penyelenggara dan sampai saat ini tidak ada laporan kendala,” kata Kabag HUmas Polres Trenggalek, Yuli Priyanto, Senin. 15/4/2013

Ia menjelaskan, seluruh komponen penyelenggara serta pihak yang terkait langsung dengan ujian nasional telah bersinergi dengan baik sehinga pelaksanaan di hari pertama bisa berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Trenggalek, AKP Yasir menjelaskan, seluruh naskah ujian serta logistik ujian nasional yang sebelumnya dititipkan di Mapolres Trenggalek telah didistribusikan ke masing-masing polsek jajaran.

“Sedangkan untuk naskah soal yang kurang, tadi malam sudah dikirim dari dinas pendidikan provinsi, sehingga semua sudah terpenuhi,” katanya.

Yasir menjelaskan, dari pantauan ratusan anggota polisi yang diterjunkan ke sejumlaah sekolah, pihaknya memastikan tidak ada kendala yang berarti di hari pertama ujian nasional.

“Tadi saya sendiri sudah keliling sampaiu di Kecamatan Tugu, semua berjalan normal, bahkan kalau melihat situasi di sekolah itu sangat senyap, karena semua berkonsentrasi dengan soal-soalnya,” imbuhnya.

Dari pantuan di Trenggalek, ujian nasional di Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMA LB) Kemala Bhayangkari I Trenggalek juga berjalan dengan lancar.

Kepala Sekolah SMA LB Kemala Bhayangkari I Trenggalek, Supardion menjelaskan, dari lima peserta UN di SMA LB terdapat satu siswa yang tidak hadir.

Menurutnya siswa yang bersangkutan mengalami depresi berat setelah ditinggal mati orang tuanya, sehingga tidak menungkinkan untuk mengikuti ujian nasioanal.

“Kami akan mengusahakan agar yang bersangkutan bisa mengikuti ujian susulan, kasihan , karena sudah bertahun-tahun mengenyam pendidikan,” imbuhnya.

Pardiono menjelaskan, seluruh peserta UN SMA LB di sekolahnya adalah tuna rungu atau ketegori B, sehingga seluruh peserta bisa mengerjakan tanpa bantuan dari pendamping.

“Yang kami bantu hanya penulisan identitas saja, kalau yang lainnya bisa dikekrjakan secara mandiri,” ujarnya.

Ujian nasional tingkat SMA, SMK, MA dan SMA LB di Trenggalek diikuti oleh 6.083 pelajar, yang tersebar di 42 sekolah penyelenggara. Dimas