PONOROGO – Puluhan hektar tanaman padi di Kabupaten Ponorogo, Jatim  yang belum berumur terancam gagal panen. Hal itu dikarenakan tanaman padi yang umurnya masih muda dan belum bisa dipanen, luluh lantah karena terjangan angin kencang di saat hujan datang.

Seperti diakui Sastro, petani di Kecamatan Jetis yang mengaku pasrah dengan keadaan tanaman padinya. “Tanaman padi kami sudah rata dengan tanah akibat terpaan angin padahal belum waktunya memanen,” kata Sastro, kemarin.

    Dia hanya pasrah dengan keadaan itu. Pihaknya pun enggan menegakkan padi yang sudah roboh. “Kami biarkan saja, karena juga percuma, menghabiskan biaya lagi,” paparnya.

    Lebih lanjut Sastro menjelaskan, cuaca saat ini memang kurang bersahabat. “Hingga tanaman padi kami tak kuat menahan hembusan angin kencang saat hujan deras,” tambahnya. Terparah tanaman padi roboh berada di sekitar kantor Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Jetis ke selatan. “Padahal wilayah ini pernah dikunjungi Presiden Jokowi beberapa bulan silam,” urainya.

    Pihaknya berharap kepada pihak terkait untuk memperhatikan nasib para petani. “Perlu ada asuransi bagi petani untuk hal-hal seperti ini,” jelasnya. Senada dengan Sastro, Kadeni, petani di Desa Bediwetan, Kecamatan Bungkal juga mengaku adanya tanaman padi yang rusak akibat angin kencang.

    “Banyak tanaman padi yang roboh,” aku Kadeni. Bukan itu saja, menurutnya selain padi roboh, banyak juga tanaman padi terserang jamur. “Jadi sangat komplit derita para petani di Ponorogo ini,” tukasnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian Ponorogo, Harmanto belum bisa dihubungi. (MUH NURCHOLIS)