PONOROGO – Anggota Komisi X DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono atau disapa Ibas menegaskan bahwa Pembangunan dilaksanakan dengan memperhatikan skala prioritas. Hal itu diutarakan Ibas disela-sela Resesnya di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, Ponorogo, Kamis (11/8). Menurutnya masyarakat harus dilibatkan dalam pembangunan. “Kami di DPR RI dan masyarakat juga ikut mengawasi program-program yang dilaksanakan pemerintah,” kata Ibas.
     Dia menjelaskan bahwa tugas DPR RI adalah ikut menyusun program pemerintah agar berpihak kepada rakyat Indonesia. Sebelumnya Ibas juga sudah meninjau waduk Bendo. Dia berharap Waduk Bendo bisa bermanfaat bagi masyarakat.
     Terkait tata kenegaraan Ibas memaparkan jika tugas wakil rakyat dan pemerintah adalah membuat Undang-Undang. “Pemerintah dan DPR RI menyusun payung hukum untuk melindunginya masyarakatnya,” paparnya.
     Ibas juga mengapresiasi anak muda masih melestarikan tari gambyong. “Masyarakat harus mencintai budaya bangsa termasuk menggunakan batik,” tegasnya.
     Menurutnya, kebudayaan harus seimbang harmonis. “Indonesia beragam, perbedaan kita jadikan sebagai perekat bangsa,” terangnya. Dia menambahkan budaya harus hidup sampai kapanpun. “RUU kebudayaan, dibuat pemerintah dan DPR RI dengan melibatkan semua pihak, masyarakat dan pelaku seni termasuk pemerintah dan DPR RI,” urainya.
     Lebih lanjut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI merasa bangga masyarakat Ponorogo melestarikan seni budaya Reyog Ponorogo dan kerajinan gamelan maupun kerajinan reyog Ponorogo. “Kita harap yang muda tidak meniru hal yang negatif. Negatif dibuang jauh,” ungkapnya.
     Sosialisasi RUU Seni dan Kebudayaan diikuti seniman dan masyarakat pegiat seni, Kepala Desa, Muspika Sampung, tokoh karangtaruna, PKK dan elemen lain di Balai Desa Gelangkulon. (mnc)