Pacitan Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) khususnya solar masih saja terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pacitan. Antrian kendaraan, dari hari ke hari kian menumpuk. Sementara pihak pengelola SPBU tak bisa berbuat banyak. Mereka berdalih, pasokan dari pihak Depo Pertamina di Kabupaten Boyolali selalu mleset tidak tepat waktu. “Kalau soal DO (delivered order) kita selalu lebih. Tapi pengirimannya yang telat,” ujar Sudarsono, pengelola SPBU di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Ploso, Kecamatan/Kabupaten Pacitan, Senin (22/4).

Pengelola SPBU bernomor registrasi 01 tersebut mengakui, beberapa hari ini pasokan BBM khususnya jenis solar hampir bisa dipastikan sering terlambat. Akibatnya, antrian kendaraan tak bisa dielakkan lagi. Pada situasi normal, terang dia, pasokan solar rata-rata sekitar 8 ton/hari. “Jumlahnya gak berubah, tetap 8 ton. Hanya saja pengirimannya yang seringkali terlambat sehingga mengakibatkan antrian cukup panjang,” jelasnya.

Sementara untuk premium dan pertamax, Darsono mengatakan, masih berjalan normal. Rata-rata, di SPBU tempatnya bekerja mendapatkan jatah sekitar 16 ton premium dan 5 ton pertamax setiap harinya. “Memang hanya solar yang mengalami kendala,” sebutnya.

Sementara itu Mulyadi, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (STIKIP) Kabupaten Pacitan berpendapat, kelangkaan solar dalam sepekan terakhir ini kemungkinan sebagai dampak isu kenaikan harga BBM. Ia berharap, pemerintah bisa menganulir kebijakannya yang dianggap tidak populis tersebut. “Kami tetap masih kurang sependapat, seandainya subsidi BBM dikurangi sehingga berdampak kenaikan harga,” sebutnya, secara terpisah.

Mulyadi menengarai, pemerintah gagal dalam menyusun perencanaan. Sehingga alokasi subsidi BBM dalam APBN TA 2013 harus over target seperti itu. Karena itu, dia tidak menginginkan, masyarakat kecil yang akan jadi korban seandainya pemerintah harus menaikan harga BBM dalam waktu dekat. “Kami siap turun ke jalan menggelar aksi, seandainya harga BBM tetap dinaikan,” ancamnya.yuniardi Sutondo