KabarIndonesiaLangkah Cerdas dilakukan oleh ‘Putra Mahkota Cikeas’ yang juga anggota Komisi I DPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) untuk merespon aspirasi masyarakat di tingkat bawah. Beberapa waktu lalu, Ibas, panggilan akrab EBY ini, meresmikan dua Griya Aspirasi di Pacitan dan Ponorogo, Jawa Timur.

 

Kepada pewarta HOKI, Ibas mengungkapkan, Griya Aspirasi merupakan instrumen yang disediakan anggota DPR untuk melaksanakan fungsi penyerapan aspirasi di daerah pemilihan (Dapil). Griya Aspirasi diperlukan karena pertimbangan geografis, demografis, problem infrastruktur fisik, dan keterbatasan akses komunikasi dua arah antara anggota DPR terpilih dengan konstituennya, seperti di Dapil VII Jawa Timur, yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Magetan, Ngawi dan Trenggalek.

 

“Untuk saat ini, kita telah membangun Griya Aspirasi di Kabupaten Pacitan dan Ponorogo. Semoga ini bisa menjadi tempat untuk menampung segala aspirasi masyarakat,” ungkap Ibas.

Ditilik lebih dalam, ungkap Ibas, rumah aspirasi sesungguhnya merupakan kebutuhan konstituen. Berdasarkan pengalaman, para petani dan nelayan dan masyarakat yang jauh dari pusat pemerintahan, perlu wadah penyaluran aspirasi yang pasti dari segi lokasi, waktu, terjangkau, dan terbuka setiap saat serta terhindar dari calo hingga sampai ke anggota, dan tidak tereduksi oleh berbagai sentiment atau kepentingan lain.

 

“Rumah aspirasi diharapkan menjadi salah satu solusinya, sehingga fungsi artikulasi, agregasi, dan advokasi kepentingan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan independen. Kewajiban personal, selama ini cenderung diabaikan sebagai salah satu alat ukur kinerja. Umumnya, DPR lebih sering disorot dari aspek kuantitas legislasi atau kelembagaan. Keberadaan rumah aspirasi dengan kejelasan mekanisme kerja dan tertib administrasi menjadikan penilaian yang mudah dilakukan,” papar Sekjen DPP Partai Demokrat ini.

 

Ibas berharap, Griya Aspirasi akan membuka seluas-luasnya partisipasi publik untuk berkomunikasi, berinteraksi dengan wakil mereka DPR. “Perlu keterlibatan banyak pihak untuk menyadarkan anggota DPR dan masyarakat, bahwa partisipasi dalam sebuah sistem perwakilan adalah keniscayaan. Konsekuensi logis yang perlu dipikirkan berikutnya adalah mendesain secara hukum agar masyarakat dapat mengganti wakilnya yang tidak bermanfaat bagi mereka. Hal ini antara lain bisa dilihat dari berjalan tidaknya fungsi Griya aspirasi tersebut.

 

Jika kondisi ini tercipta, rumah aspirasi akan memaksa anggota DPR bekerja serius. Dengan demikian, rumah aspirasi akan menjadi alat kontrol publik dalam penguatan demokratisasi lokal,” tukasnya.

Perlu diketahui, Griya Aspirasi EBY di Kabupaten Pacitan beralamat di Jalan Pierre Tendean Nomor 7, Kelurahan Pucangsewu. Sementara, untuk Kabupaten Ponorogo, beralamat di Jalan Jendral Ahmad Yani (Sinduro) Nomor 118 A, Kelurahan Surodikraman, tepatnya di depan Rumah Sakit Muslimat Ponorogo.

Muh Nurcholis/Kontributor Ponorogo