MAGETAN- Kisah Bima Labuh atau Broto Seno menyentuh Anggota Komisi X DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), kisah ini, bisa diambil hikmah bahwa pemimpin sesulit apapun kedaannya dalam mengambil keputusan harus memihak kepada rakyat dan rela berkorban untuk kebenaran. Tercermin dari sikap Broto Seno dan Pandawa, walaupun dia dalam keadaan sulit karena disusir dari Astina Pura dengan cara penindasan, tetapi Broto Seno tetap menolong Rakyat Eka Cakra yang ditindas oleh rajanya sendiri Prabu Boko.

 

Bimo labuh demi rakyat rela berkorban, itulah jiwa Pemimpin atau Pamong yang benar-benar momong terhadap rakyatnya. Kesenian wayangan ini disajikan Oleh Ki Anom Suroto sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Bantarangin Ponorogo jawa Timur. Sabtu (28/10/2018).

 

Menurut Ibas, kisah Bima labuh atau  Broto Seno ini sangat menginspirasi agar semakin lebih baik menjadi pelayan masyarakat. “Wayangan memiliki filosofi yang adi luhung, dalam setiap kisahnya banyak pembelajaran yang hakiki, untuk kisah Bima Labuh ini, berpesan agar menjadi pemimpin yang beriman, berakhlak, amanah dan sembodo, ” ujarnya.

 

Bagi masyarakat jawa, wayang tidak dapat dipisahkan, nilai-nilai yang disampaikan disetiap pertunjukan wayang memiliki nilai didikan yang baik untuk memperbaiki moral manusia.” Wayang sudah menjadi bagian dari hidup saya, sudah mendarah daging, wayang merupakan bagian dari tuntunan agar seseorang menjadi lebih baik, tergantung dari cara menghayatinya,” tutur Ibas.

Ki Anom Suroto, dikatakan Ibas sebagai dalang yang cukup lihai dalam membawakan kisah Pandawa, ia mengaku sangat menikmati setiap pertunjukan yang dibawakan Ki Anom Suroto.” Saya mengagumi Ki Anom Suroto karena selalu memukau jika membawakan kisah Pandawa,” cetusnya..

 

Gelaran wayang yang bertepatan dengan hari sumpah pemuda juga membuat Ibas semakin tersulut semangat cinta tanah air nya, ia berpesan kepada warga agar mengilhami kisah Bima Labuh ini dengan baik juga. ” Hari ini kita memetik hikmah yang sangat mulia dari kisah Bima Labuh, tentu saja semangat Sumpah Pemuda juga menjadi motivasi yang baik untuk menjalani tugas saya sebagai wakil rakyat, sekaligus saya mengajak kepada warga untuk sama-sama membangun Indonesia, dari momentum sumpah pemuda, tonggak sejarah kemerdekaan Indonesia, dengan bersatu indonesia merdeka bisa terwujud,” ucap dia.

 

Uniknya, wayangan ini dibarengi dengan sosialisasi Empat pilar kebangsaan, bagi Ibas menanamkan rasa cinta tanah air juga merupakan sebuah tuntunan yang baik ditengah ancaman disintegrasi saat ini,  seperti hal nya dahulu para wali menyebarkan agama islam melalui wayangan. “Saya yakin menularkan nilai positif yaitu cinta tanah air bisa melalui media apa saja, wayangan merupakan media yang mampu menyentuh warga dengan tuntunan yang baik, seruan untuk tidak terpecah belah dalam kondisi saat ini, dengan semangat sumpah pemuda, mari kita jaga persatuan bangsa agar Indonesia lebih maju, selamat memperingati sumpah pemuda, ” tutupnya.