ACEH UTARA- Rangkaian perjalanan SBY dan rombongan Partai Demokrat berlanjut ke Warung Kopi Boh Hate di Kruneng Mane, Kabupaten Aceh Utara, suasana warkop yang ramai pengunjung semakin riuh berkat kedatangan SBY, Ibu Ani yudhoyono dan Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat (KPP PD) Edhie baskoro Yudhoyono atau biasa Ibas, Sabtu (26/01/2019)

“SBY, SBY, SBY,” pekik masyarakat sambut kedatangan rombongan Partai Demokrat.

Ibas mengatakan Partai Demokrat berterimakasih kepada warga Aceh yang menjuluki ayahanda tercintanya sebagai Bapak Perdamaian Aceh .” Bagi kami, julukan itu menggambarkan apa yang sudah dirasakan warga Aceh, setelah konflik lokal yang berkepanjangan dan juga mereka sempat diterjang bencana besar Tsunami pada 2004 lalu, dimasa itu bapak SBY tidak main-main dalam membangun kembali Aceh dan membuat warga Aceh bisa bangkit dan makmur kembali,” ujarnya.

Masyarakat Aceh Utara memang sudah lama ingin bertemu secara langsung dengan SBY. Mereka ingin melepas rindu sekaligus mengucapkan terima kasih kepada Bapak Perdamaian Aceh ini. Mereka juga berterima kasih atas jasa-jasa SBY dalam membangun Aceh pasca dilanda gempa dan tsunami.

Di Pidie, Ratusan orang berkerumun di beberapa titik sepanjang jalan menuju pusat Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Mereka sengaja hadir di sana utk menyambut SBY & rombongan. Terharu atas keramahan itu, SBY juga memutuskan utk singgah & menyapa masyarakat di di Gampong Meurandeh Alue, Pidie Jaya.

Di Pidie Jaya, Masyarakat juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI ke-6 SBY karena semasa kepemimpinan SBY, kabupaten Pidie Jaya berdiri.  Apresiasi seribuan warga ini disampaikan dalam acara santap siang bersama SBY dan Ibu Ani Yudhoyono di RM Blang Luah, Pidie Jaya.

Kabupaten Pidie Jaya dimekarkan dari Kabupaten Piede pada tahun 2007. Ini merupakan kerja keras banyak pihak, termasuk perjuangan Fraksi Demokrat di DPR RI yang secara serius mengawal aspirasi masyarakat ini hingga akhirnya disetujui oleh pemerintah pada era kepemimpinan SBY.

Melanjutkan kembali perjalan Kerinduan masyarakat Sigli, Kabupaten Pidie, tak bisa lagi dibendung saat SBY dan rombongan tiba di Cafe Awesome, Sigli

Berduyun-duyun mereka menyambut SBY, Ibu Ani Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono juga anggota rombongan Tour De Toba – Seulawah lainnya. Saking banyaknya warga yang ingin melepas rindu kepada SBY dan keluarga sehingga kapasitas ruangan tak lagi cukup.

Sebelumnya di batas kota Sigli, SBY dan rombongan disambut ratusan warga. Juga sekitar 30-an becak yang dipasangi bendera-bendera Demokrat. Becak-becak ini adalah bantuan dari Teuku Riefky Harsya, kader Demokrat yang tengah menjabat sebagai anggota DPR periode 2014-2019.

Memborong Oleh-oleh khas Aceh

Dalam perjalanan ke Banda Aceh, SBY dan rombongan mampir di Pasar Saree, Lembah Seulawah, Aceh Besar. Di sini, SBY lantas memborong kuliner khas Aceh, seperti keripik pisang, keripik ubi, pisang sare, juga kacang rebus.

SBY lantas mencicip kacang rebus yang dihaturkan pedagang. “Enak, ya,” kata SBY sambil mengacungkan jempolnya yang disambut riuh-rendah masyarakat yang mengerumuninya. Sebelum melanjutkan perjalanan, SBY berkenan berfoto bersama masyarakat.

SBY Terukir Indah di Hati Orang Aceh

Keesokan hari, Minggu (27/01/2019), Presiden RI ke-6 SBY bersilaturahmi dengan ratusan ulama dari 23 kabupaten/kota se-kabupaten Aceh, di Hotel Hermes, Banda Aceh.  SBY mengucapkan terima kasih kepada para ulama Aceh atas kebersamaan, dukungan dan doa mereka kepada SBY dalam membangun Aceh, membangun Indonesia.

Silaturahmi Dengan Ulama se Aceh

“Wajib hukumnya Partai Demokrat berdiri di depan untuk memperkuat perdamaian, dan berkontribusi mempercepat pembangunan Aceh,” pesan SBY untuk kader-kader Demokrat Aceh.

Sebelumnya, Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb) mewakili ulama Aceh menyampaikan terima kasih atas jasa-jasa SBY bagi masyarakat Aceh.

“Bapak SBY, di hati orang Aceh, nama Bapak terukir indah,” kata Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) ini.

Jelang Tengah hari, SBY Juga Sapa Warga Aceh Usai Salat Zuhur di Baiturrahman. Suasana riuh terjadi ketika SBY menyempatkan ibadah salat Zuhur di Masjid Baiturrahman, Banda Aceh. Seusai salat, masyarakat langsung mengerumuni SBY dengan berharap bisa bersalaman, atau sekadar memotret. SBY pun memenuhi harapan masyarakat Aceh dengan ramah dan akrab.  Sebelum bertolak dari Masjid Baiturrahman, SBY dan ulama se-Aceh berfoto bersama.

Foto Bersama Ulama se Aceh

Nostalgia 10 Tahun Rekonstruksi Pasca Tsunami Aceh

Sore hari, Keharuan menyelimuti semua orang saat SBY memimpin doa bersama untuk arwah para korban tsunami Aceh 2004, di kawasan Monumen Tsunami PLDT Apung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh.

Berdoa di Museum Tsunami

Di Politeknik Aceh, SBY menyampaikan alasan mengapa pemerintah era kepemimpinannya memprioritaskan pembenahan infrastruktur pendidikan pasca tsunami Aceh.

”Ini bagian dari pembangunan manusia. Ini masa depan Aceh, masa depan peradaban Aceh,” kata SBY yang didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Ketua KPP Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono.

mengunjungi Pelabuhan Ulee Lheue

Sebelumnya SBY beserta rombongan juga mengunjungi Pelabuhan Ulee Lheue yang bersama Politeknik Aceh diresmikan SBY pada 23 Februari 2009. Daya rusak tsunami Aceh memang luar biasa. Tapi dari duka itu, Aceh bangkit. Di bawah kepemimpinan SBY, konflik Aceh pun selesai. Bangsa Indonesia bersatu-padu membangun Aceh yang baru.