JAKARTA-Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Partai Demokrat (PD) Sekarang dan kedepan terus mendengarkan suara rakyat, mengetahui persoalan yang dihadapi dan mencarikan solusinya. Hal ini disampaikan SBY dalam Pidato Politiknya saat perayaan HUT PD ke-17, di gedung Jakarta Theater Jakarta Pusat, Senin (17/9/2018)

Satu tahun terakhir, SBY dan  para kader utama Partai Demokrat telah berkeliling nusantara, mengunjungi ratusan kabupaten dan kota, untuk berdialog langsung dengan berbagai lapisan masyarakat. SBY mendengarkan keluhan ibu-ibu atas kenaikan harga-harga bahan pokok, sementara penghasilan mereka tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menerima keluhan mereka yang sulit mendapatkan pekerjaan, juga yang justru kehilangan pekerjaan.

SBY juga menangkap kecemasan anak-anak muda, termasuk yang masih sekolah dan  kuliah, atas kepastian pekerjaan yang akan mereka dapatkan, menangkap kekhawatiran kalangan dunia usaha atas terus menurunnya bisnis mereka. SBY mendengarkan kritik masyarakat atas penegakan hukum yang disana-sini dianggap kurang adil, termasuk dalam pemberantasan korupsi yang dinilai tebang pilih.

SBY mendengarkan suara rakyat yang merasa takut untuk berbicara di ruang publik, maupun di media sosial, karena khawatir akan dikriminalisasi atau ditindak secara hukum. Keluhan rakyat tersebut juga menjadi temuan dari berbagai lembaga survei. Hal-hal inilah yang merupakan elemen ketidakpuasan masyarakat. Disisi lain, kepuasan masyarakat terhadap capaian pemerintah dibeberapa bidang, PD juga memberi apresiasi.

Saat ini bangsa Indonesia menghadapi pelemahan rupiah yang tajam serta kenaikan harga minyak dunia. Antisipasi yang cepat dan tepat, serta kebersamaan seluruh elemen bangsa untuk mengatasi krisis sangat diperlukan. SBY telah teruji menghadapi itu pada saat krisis 2005, 2008 dan 2013. Faktor kepemimpinan, manajemen krisis dan kebersamaan  merupakan kunci keberhasilan untuk keluar dari terpaan krisis.

 

#PidatoPolitikSBYS14P