Warisan nenek moyang adalah karya seni yang tak ternilai harganya, sebagai penerusnya kita harus melestarikannya. Seperti salah satunya adalah bentuk Rumah Kayu. Rumah Kayu adalah salah satu rumah tradisonal yang keseluruhan bangunannya terbuat dari kayu. Jenis kayu yang digunakan diataranya kayu jati, kayu besi, kayu kamper, kayu borneo, dan lain sebagainya. Di Indonesia, industri pengerajin rumah Kayu masih bisa kita temui di berbagai daerah, salah satunya di provinsi Sulawesi Utara. Terdapat beberapa daerah sentra industri Rumah Kayu, akan tetapi yang sudah lebih dikenal pasar yakni Woloan Tomohon dan Mokobang Kabupaten Minahasa Selatan.

Di Kota Tomohon sendiri, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sangat mendukung penuh pelestarian kebudayaan Rumah Kayu. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut dan Kota Tomohon melatih pengrajin rumah panggung Kelurahan Woloan sehingga mampu meningkatkan kualitas produksi rumah panggung yang dihasilkan. Beberapa waktu lalu seperti yang dilansir Antara, Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Industri Kecil Menengah (FPIKM) Disperindag Sulut, Nico Rambitan mengatakan bahwa kualitas sangat penting dalam upaya meningkatan usaha pengrajin, karena itu diharapkan dengan pelatihan peningkatan teknologi proses finishing produk kayu dapat lebih meningkatkan usaha para pengrajin rumah panggung di Woloan Tomohon.

Industri pembuatan Rumah Kayu ini merupakan salah satu primadona untuk meningkatkan investasi di Tomohon. Salah satu pasar potensial untuk Rumah Panggung Tomohon, yakni Eropa, karena tingginya permintaan yang datang dari beberapa negara dari kawasan itu. Beberapa negara yang sudah pernah membeli rumah panggung Woloan di antaranya Swedia, Belanda, Spanyol dan beberapa negara lainnya.

Butuh perhatian serius untuk melestarikan budaya Rumah Panggung ini, untuk itu butuh langkah serius dan konkrit dari pemerintah dan masyarakat. Dibalik manisnya industri Rumah Panggung, terdapat kendala yang membuat dilema para pelaku industri. Salah satu kendala pengembangan industri ini adalah kesulitan mendapatkan bahan baku kayu.

(Diolah dari berbagai sumber)