PONOROGO – Saat Kabupaten Ponorogo terkenal salah satu daerah di Jawa Timur  yang sering dilanda longsor, antisipasi secara dini sangat diharapkan agar bencana tanah longsor tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Longsor di Kabupaten Ponorogo berulang kali terjadi di musim hujan ini. Sudah puluhan rumah yang rusak, tertimbun longsor. Beruntung dari bencana itu tidak mengakibatkan korban jiwa di Ponorogo. Namun kerugian materi mencapai Ratusan Juta Rupiah.

Sebentar lagi alat pendeteksi retakan tanah yang berpotensi menyebabkan longsor akan dipasang di daerah rawan longsor. “Tahap awal akan kita pasang sebuah alat pendeteksi di desa Talun, Kecamatan,” ujar Setyo Budiono selaku Kasi Pencegahan dan Pemberantasan Bencana Kantor BPBD Ponorogo, Kamis  (11/4).

Sementara daerah rawan longsor akan dipasang alat deteksi longsor, yaitu Kecamatan Ngrayun, Slahung, Sawoo, Pudak dan Sooko. “Dengan pertimbangan kerawanan yang bisa membahayakan pendudukuk, alat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini rencananya akan dipasang di Desa Talun,” paparnya. Dia  menjelaskan, pendeteksi longsor itu akan memberikan tanda bahaya bunyi sirine apabila keratakan tanah di sekitarnya berpotensi menimbulkan longsor.

Dalam kondisi seperti itu nantinya warga yang tinggal di sekitar lokasi bisa segera menyelamatkan diri agar terhindar dari bencana. Lebih lanjut mantan Kasubag Humas Pemkab Ponorogo ini menjelaskan dari survei yang dilakukan sebenarnya masih banyak tempat lain yang layak untuk dipasangi alat itu. “Tetapi karena bantuannya terbatas, maka hanya di Desa Talun saja  sementara yang akan dipasang pendeteksi longsor dalam waktu dekat ini,” imbuhnya.

Di wilayah titik-titik rawan longosor di Ponorogo, mayoritas bukan daerah padat pemukiman. “Namun dari segi geografis, posisi rumah itu cukup rawan terkena longsor karena dekat dengan perbukitan,” tukasnya. Muh. Nurcholis