PACITAN– Puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Pacitan ke-271 , Jumat 19 Februari ditandai dengan acara kirab dan prosesi. Berangkat dari desa Nanggungan dan Desa Sukoharjo, prosesi ini menempuh jarak kurang lebih 5 kilometer dengan balutan seni dan budaya. Selain acara seremonial, peringatan hari jadi Kabupaten Pacitan juga menampilkan sejumlah kegiatan hiburan serta sosial.
Meski terselenggara sangat sederhana, namun rangkaian kegiatan sebagai simbol perayaan hari ulang tahun kabupaten berjuluk Kota 1001 Goa tersebut cukup meriah. Beberapa skenario fragmentasi yang diperankan sejumlah aparatur pemerintahan, berjalan penuh kesakralan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pacitan, H. Indartato berharap dengan Hari Jadi Pacitan ke-271 dapat dijadikan ‎semangat untuk bangkit dan membangun Pacitan lebih maju dan sejahtera. “Seiring peringatan Hari Jadi Pacitan, semoga akan menjadi semangat untuk memajukan daerah dan menyejahterakan masyarakat,” tandasnya.
Sehari sebelumnya, mengawali rangkaian prosesi Hari Jadi dilakukan ziarah cikal bakal bupati Pacitan.
Lantunan ayat-ayat suci al quran menggema di komplek makam Kanjeng Jimat, Giri Sampurno Desa Tanjungsari, Kamis (18/2). Para peziarah berdoa khusyuk di pusara makam Bupati yang memimpin Pacitan antara tahun 1812-1826. Ki Kanjeng Jimat memiliki nama Joyoniman dengan gelar Djogokariyan I.
Nampak diantara para peziarah Bupati Pacitan Indartato didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Suko Wiyono beserta rombongan pejabat daerah. Doa bersama di pimpin oleh M Zuhri, Kepala Kantor Kementerian Agama Pacitan.
Ziarah cikal bakal Bupati Pacitan ini merupakan rangkaian dari prosesi hari jadi Ke 271 Kabupaten Pacitan. Selain di makam Kanjeng Jimat ziarah juga dilakukan di makam Setroketipo Desa Widoro yang dipimpin oleh Wakil Bupati Soedjono. Rombongan lain melakukan ziarah di makam Notopuro Desa Sukoharjo dipimpin Ketua DPRD Pacitan Roni Wahyono.
Tiga makam Bupati pendahulu itu memang rutin diziarahi setiap tahun menjelang hari jadi.Malam harinya dilanjutkan wilujengan di patilasan cikal bakal Bupati. yakni Desa Nanggungan Dan Desa Sukoharjo. Sebagai ungkapan rasa syukur selesai menjalankan sholat Maghrib diimbau masyarakat melaksanakan sujud syukur dan doa bersama di masjid dan mushola masing-masing. (**)