Trenggalek – Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mengklaim produksi padi dalam kurun waktu dua tahun terakhir terus mengalami peningkatan, pada tahun 2015 produksi padi mencapai 184.604 Ton.

Kepala Dinas Pertanian Kehutahan dan Perkebunan (Disperhutbun) Kabupaten Trenggalek, Joko Surono mengatakan, tren peningkatan produksi padi berlangsung cukup signifikan. Pada tahun 2014 prouksi padi Trenggalek sebesar 164.608 Ton, dengan produktifitas 59,70 ku/ha, sedangkan tahun 2015 melonjak menjadi 184.604 Ton dengan produktifitas sebesar 62,22 ku/ha.

“Untuk tahun ini kami optimis akan mengalami kenaikan, karena berbagai program sudah digelontorkan untuk mendorong peningkatan itu,” katanya.

Beberapa program peningkatan hasil pertanian pada tahun 2016 diantaranya, pengembangan padi inbrida selus 6.000 hektare, padi hibrida 1.000 hektre, jagung hibrida 6.974 hektare serta kedelai 5.000 hektre.

“Ada juga upaya perluasan kedelai seluas 7.000 haktare, kemudian pengembangan umbi kayu 500 hektre, program tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Padi dan jagung memang menjadi prioritas,” ujar Joko.

Selain aneka program perluasan tanam, Joko mengklaim juga telah memerikan berbagai program pembenahan terhadap infrastruktur pertanian, termsuk saluran irigasi serta bantuan alat mesin pertanian (alsintan)