PONOROGO – Bencana alam terus menghantui wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Akibat hujan deras selama berjam-jam dan kontur tanah yang labil mengakibatkan seringnya bencana longsor.     Disamping kesadaran masyarakat menurun dalam gerakan reboisasi, juga disebabkan kurangnya perhatian aparat terhadap penegakkan hukum kepada pembalak hutan.

    Seperti yang terjadi di Bumi Reog, Jumat (11/3) kemarin sekitar pukul 20.00 WIB telah terjadi bencana alam tanah longsor di Dukuh Sombro, RT. 01, RW. 01, Desa Sooko, Kecamatan Sooko. Kejadian menimpa rumah bagian belakang milik Surono (53 th) warga setempat.

    Menurut Kades Sooko, Sudarto pnyebab longsor dimungkinkan karena di wilayah Desa Sooko khususnya Dukuh Sombro sejak pukul 18.00 turun hujan deras. “Karena kontur tanah di belakang rumah Surono tebing dan gembur sehingga terjadilah longsor,” ungkap Sudarto.

    Dia menjelaskan akibat bencana tersebut tembok rumah bagian belakang sepanjang 20 M tinggi 7 M ambrol. “Kami tafsir kerugian sekitar Rp 30 Juta,” tambahnya. Sementara korban jiwa tidak ada. Warga sekitar dibantu piket Koramil bersama anggota Polsek Sooko membantu membersihkan material longsoran. “Kejadian sudah kami laporkan ke Pemkab Ponorogo,” jelasnya. (MUH NURCHOLIS)