PONOROGO –  Empat indikator penting untuk terciptanya sukses pemilu yakni peran dari pengawasan  dan penegak hukum, partisipasi masyarakat secara aktif, peran peserta pemilu dan penyelenggara yang independen.

Hal ini diutarakan Ketua KPU Kabupaten Ponorogo Fatchul Azis dalam sambutanya pada pelantikan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Ponorogo di Gedung Korpri, Kamis (14/3).  “Terciptanya sukses pemilu tergantung pada peran dari pengawas dan penegak hukum antara lain panwaslu, kepolisian, hakim dan lain-lainnya,” kata Fatchul Azis.

Selanjutnya, tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara pada hari pemungutan, peran dari partai politik yang mengusung pasangan calon untuk dapat meredam panasnya persaingan sehingga tidak terjadinya konflik , dan penyelenggara yang independen.

Lebih lanjut dikatakannya,  KPU, PPK dan PPS bukan hanya sekedar mengelola surat suara, mengolah data, merekap suara namun ada suatu hal yang sangat substantial yaitu KPUmempunyai punya tanggung jawab yang besar terhadap proses transisi kepala daerah.

Lebih lanjut Azis menegaskan, dalam penyelenggaraan pemilu nantinya akan tetap diawasi oleh oleh panitia pengawas agar perhelatan besar yang akan digelar ini dapat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku serta aman dan damai hingga diharapkan tidak menimbulkan masalah dan konflik.

Dia juga mengatakan bahwa, PPK yang sudah dilantik agar dapat menjadi mitra kerja yang baik bagi Komisi Pemilihan Umum  Kabupaten Ponorogo sebagai penyelenggara pesta demokrasi di Bumi Reyog.

“Sukses tidaknya penyelenggaraan pemilu juga tergantung dari peran serta seluruh masyarakat”, jelasnya. PPK se-Kabupaten Ponorogo yang dilantik sebanyak 105 orang dari 21 Kecamatan se-Kabupaten Ponorogo. (Moch. Nurcholis)