PONOROGO – Hal tersebut disampaikan oleh ketua PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia) Ponorogo saat acara hal bihalal bersama Bupati Ponorogo, Padepokan Reog, Rabu (27/7)
     Keua PPDI Ponorogo, Kasmani menyatakan,”PPDI siap mensukseskan seluruh program yang digulirkan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo, termasuk memanfaatkan Dana Desa semaksimal mungkin untuk kemajuan desa”,ujar Kasmani.
     Untuk itu kami meminta ada imbalan yang setimpal, dari Pemerintah Daerah. Yaitu Perda tentang perangkat desa harus segera disahkan untuk mengantisipasi kekosongan perangkat desa, seperti di Desa Wilangan dan di Pudak, yang kedua tunjangan perangkat desa diambilkan dari dana desa dengan nilai yang mencukupi, yang ketiga tunjangan untuk purna bakti bagi perangkat desa yang sudah purna, karena mereka sudah bekerja puluhan tahun mohon untuk dibedakan dengan pengabdiannya, yang ke empat BPJS Kesehatan mohon untuk segera dicairkan, untuk perangkat jika sakit masuk di kelas II rumah sakit, urai Kasmani.
     Sementara Kepala Bapemas Pemdes, Drs Najib Susilo, yang mewakili Bupati Ipong Muchlissoni yang berhalangan hadir mengatakan,”Para perangkat desa harus menjadi sosok yang professional, karena dengan perangkat yang professional lah desa akan maju dan berkembang. Usulan-usulan yang disampaikan oleh PPDI akan kami realisasikan sesuai dengan tupoksinya masing-masing sesuai dengan aturan yang berlaku”, ujar Najib singkat.
     Sbagai penutup, diisi dengan pengajian yang disampaikan oleh Drs KH Qasanun, yang isinya adalah 3 cara memajukan desa, yang pertama taat aturan, baik aturan Alloh yang tertuang dalam kitab suci dan aturan pemerintah serta norma. Yang kedua bekerja professional dan jujur, yang ketiga ikhlas. (mnc)