PONOROGO – Tingginya angka pencurian sepeda motor atau Curanmor di wilayah hukum Polres Ponorogo  mendapat perhatian Kepolisan setempat. Pencurian sepda motor dalam satu minggu bisa menembus 5 kasus. Sindikat curanmor yang ditengarai banyak berasal dari luar Ponorogo. “Mungkin punya alasan, mengapa mereka memilih bereaksi di kota reog. Yaitu salah satunya karena pertambahan jumlah sepda motor baru di Ponorogo jauh melebihi kota-kota lain. Dengan begitu semakin banyak sasaran yang bisa di pilih,” kata Kapolres Ponroogo AKBP Yudha Gustawan.

Dia menambahkan kasus pencurian kendaraan roda dua dan roda empat tidak mudah untuk di tangani. “Karena melibatkan sindikat dari luar kota, petugas mengalami kesulitan dalam menangkap pelaku. Sebaliknya kalau pelakunya dari Ponorogo, polisi akan lebih mudah untuk mengungkap kasus curanmor,” tambahya.

Perwira kelahiran Maospati, Magetan ini mengakui ada beberapa kasus pencurian mobil dan sepeda motor yang belum bisa diungkap. “Karena para pelaku itu tergolong cerdik dengan memilik sasaran di mana mereka dengan mudah bisa segera membawa kabur hasil curiannya dan menghilangkan jejak,” paparnya.

Mantan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini menambahkan, dengan angka pertambahan sepeda motor di Ponroogo yang begitu banyak, angka curanmor meningkat. “Rata setiap bulan ada penambahan dua  ribuan unit sepeda motor baru  di Ponorogo,” terangnya.  Pihaknya menghimbau agar para pemilik sepeda motor lebih waspada saat memarkir kendaraannya. “Pemilik motor atau mobil harus memilih tempat yang aman dan dilengkapi dengan kunci ganda,” pintanya. Muh. Nurcholis