Berikut kami sampaikan Pernyataan Partai Demokrat tentang “Dana Aspirasi” Anggota DPR-RI

 
 
1. Partai Demokrat menghargai gagasan bahwa setiap anggota DPR wajib memperjuangkan aspirasi pembangunan di daerah pemilihannya sebagaimana dimaksud oleh Undang-Undang  Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD (UU MD3) Pasal 80 ayat (J).
2. Namun demikian, Partai Demokrat mengingatkan, pada tahun 2010 kami memilih untuk tidak menyetujui usulan bahwa anggota DPR dapat mengalokasikan dana dalam APBN bagi pembangunan daerah pemilihannya, yang pada masa itu disebut sebagai “dana aspirasi”.  
3. Sikap kami tersebut didasari oleh pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
a. Bagaimana meletakkan skema tersebut dalam sistem penganggaran negara dan daerah agar beriring dan tidak berbenturan dengan rencana dari pihak eksekutif; 
b. Bagaimana menjamin implementasi skema tersebut agar tidak tumpang tindih dengan penganggaran daerah yang diaspirasikan oleh anggota DPRD propinsi, kabupaten dan kota? Bukankah anggota DPRD dianggap lebih tahu?
c. Kalau anggota DPR dapat menentukan sendiri proyek & anggarannya, maka tidakkah ini mengakibatkan kekaburan fungsi eksekutif dan legislatif.
d. Bagaimana memastikan skema ini tidak disalahgunakan?
4. Sikap Partai Demokrat saat ini adalah meminta Pemerintah memberikan penjelasan posisinya dalam masalah ini, dihadapan fakta obyektif kelesuan ekonomi dan menurunnya daya beli rakyat yang membutuhkan prioritas kebijakan pemerintah.
 


Jakarta, 15 Juni 2015
 
 
Tertanda

Edhie Baskoro Yudhoyono, M.Sc.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR-RI                                                                                   
DR. Hinca Pandjaitan
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat