TRENGGALEK- Tingginya jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dalam dua bulan terakhir berdampak langsung terhadap jumlah permintaan darah di PMI Trenggalek, lonjakan permintaan darah mencapai lebih dari 25 persen dibanding kondisi normal .
Pada hari-hari biasa jumlah permintaan darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI cabang Trenggalek, sebanyak 20 kantong darah per hari, namun sejak bulan desember 2015 hingga awal februari 2016 ini rata-rata permintaan darah per hari diatas 25 kantong.
Direktur Unit Donor Darah PMI Trenggalek, Tri Siswo Juwono mengatakan, peningkatan permintaan trombosit ini terjadi akibat merebaknya penyakit demam berdarah di berbagai wilayah di Trenggalek. Meski mengalami lonjakan, pihaknya mengklaim masih mampu memenuhi permintaan darah pasien. 
“Untuk dua bulan terakhir ini memang ada peningkatan rata-rata per hari 20 sampai 25, bahkan kalau malam hari itu terkadang bisa sampai 30. Untuk stok darah masih mencukupi untuk 10 hari kedepan,” katanya.
Saat ini jumlah stok darah di PMI setempat mencapai 189 kantong, terdiri dari, golongan A 68 kantong, B 66 kantong, O 53 kantong dan golongan darah AB 2 kantong. 
Untuk memenuhi permintaan darah, PMI Trenggalek gencar melakukan upaya jemput bola dengan menggelar aksi donor darah di berbagai isntansi pemerintah maupun swasta. Dalam satu bulan rata-rata mampu mengumpulkan darah dari pendonor sebanyak 800 kantong.
sementara itu, jumlah penderita demam berdarah di Trenggalek terus mengalami peningkatan, saat ini jumlah pasien DB mencapai 113 orang lebih. Jumlah ini diprediksi masih akan terus bertambah seiring dengan datangnya musim penghujan.(Adhar Muttaqin)