PACITAN-Saat ini merupakan masa sulit bagi pengusaha makanan olahan berbahan Ikan Tuna. Ini menyusul langkanya jenis ikan tersebut di Samudera Indonesia sejak 2 bulan terakhir. Mariyani, produsen Tahu Tuna di Kecamatan Arjosari mengaku terpaksa menurunkan jumlah produksi akibat kekurangan bahan baku.
Normalnya, tiap hari pabrik miliknya membutuhkan bahan baku sedikitny 1 kwintal ikan tuna. Namun saat ini, rata-rata pasokan hanya 30 kilogram per hari. Sebagai kompensasi, selama masa paceklik Mariyani mengalihkan sebagian pasarnya ke produk sambal pecel. Seperti halnya Tahu Tuna, pecel buatan Mariyani sukses menembus ibukota dan beberapa kota besar lain.
Kelangkaan Ikan Tuna dibenarkan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Yunus Hariadi. Menurutnya, fenomena El Nino yang berdampak derasnya air laut serta empasan angin menyebabkan kawanan ikan berpindah tempat. Kondisi ini merupakan siklus musiman tiap akhir tahun hingga awal tahun berikutnya.
Tak hanya berdampak terhadap produsen makanan, masa paceklik juga memaksa ratusan nelayan andon asal Sulawesi dan beberapa daerah lain pulang kampung. Mereka akan kembali mengarungi samudera setelah musim ikan tiba, sekitar Bulan April mendatang.
Sebagai daerah yang berada di bibir Samudera Indonesia, Kabupaten Pacitan merupakan penghasil Ikan Tuna dan beberapa jenis ikan besar lain. Wilayah berjuluk Kota 1001 Gua ini memiliki panjang pantai 74 kilometer. Beberapa diantaranya telah dibangun pelabuhan pendaratan ikan baik berskala lokal maupun nasional.(frend)