PACITAN-Akibat kecerobohan pengendara, angka korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur masih terbilang tinggi.

Hingga awal April ini, tercatat lima orang meninggal dunia karena kecelakaan. Lima korban tersebut merupakan bagian dari 24 peristiwa yang tercatat sejak Januari lalu.

“Dari analisa kami, penyebab terbanyak dari kasus yang terjadi karena kecerobohan pengendara,” kata Kanit Laka Polres Pacitan, Aiptu Sugeng Rusli Muslan, Selasa, (02/04/2014).

Dari 24 laka lantas yang terjadi selama tri wulan I tahun 2013, menurutnya 22 di antaranya diakibatkan faktor kelalaian pengendara. Sebab, para korban mengendarai kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Padahal, akses yang mereka lalui beresiko tinggi terjadi tabrakan. Seperti jalur berkelok, tanjakan maupun turunan.

“Ceroboh, padahal sebenarnya mereka tahu ngebut bisa memicu kecelakaan. Tapi tetap saja ngebut,” jelasnya.

Faktor kecerobohan yang lain, lanjut Sugeng, karena beban angkut melebihi kapasitas kendaraan bermotor. Itu, seperti yang terjadi di Desa Cemeng, Kecamatan Donorojo. Kala itu, sebuah minibus terguling di jalur antar dusun yang menanjak tajam.

Penyebabnya, kendaraan bernopol AD 1165 KD yang dikemudian Sukatno mengangkut 32 penumpang. Padahal, kapasitas maksimalnya hanya 17 orang. (Frend Mashudi)