Trenggalek – Bupati Trenggalek menargetkan seluruh proses pembebasan lahan di jalur lintas selatan (JLS) wilayah Jawa Timur di Trenggalek akan tuntas pada tahun 2012 ini, atau sebelum memasuki tahun 2013. “Yang belum tuntas kan hanya tinggal sedikit di wilayah Munjungan, totalnya sekitar lima kilometer meliputi Desa Craken, Munjungan, dan Desa Tawing,” kata Bupati Trenggalek, Mulyadi beberapa waktu lalu.

 

Untuk penuntasan pembebasan lahan tersebut, Mulyadi mengaku telah menyiapkan dana ganti rugi pada APBD tahun 2012 sebesar Rp5 miliar.

 

Upaya penuntasan lahan JLS itu sendiri sebelumnya memang sempat terkendala oleh minimnya anggaran yang dimiliki serta terjadinya tarik-ulur di masyarakat, terkait jalur yang akan dilalui proyek nasional tersebut. “Kami yakin dengan anggaran yang telah tersedia, semua akan tuntas tahun ini. Kemudian terkait tarik-ulur jalur, kami sudah menyepakati untuk memilih jalur B karena lebih efisien,” ujar Mulyadi.

 

Sementara itu, sejumlah ruas jalan yang melalui kawasan milik perhutani, bupati mengklaim telah diselesaian dengan proses ganti-rugi serta pengalihan lahan.

 

Ia berharap dengan terselesaikannya pemebebasan lahan di wilayah Trenggalek, proses pembangunan jalan yang menghubungkan ujung timur hingga barat Jatim, yaitu mulai Banyuwangi hingga Pacitan itu bisa segera dituntaskan.

 

“Kalau Presiden menargetkan tahun 2014 sudah tersambung antara Pacitan-Malang. Tapi bagi Trenggalek, cukup di empat wilayah yakni Munjungan, Panggul, Watulimo dan Popoh, namun saya mengusulkan minimal Prigi-Popoh harus tembus dulu, kalau ini terwujud luar biasa manfaatnya,” ujarnya.

Karena selama ini hubungan ekonomi antarwilayah itu sulit dilakukan, bahkan untuk Trenggalek-Tulungagung yang melalui Popoh sama sekali tidak terjalin.

 

Hal itu terjadi karena selama ini akses jalan yang menghubungkan wilayah pesisir tersebut cukup jauh dan kondisinya tidak memungkinkan dilalui kendaraan, sehingga masyarakat tidak bisa dengan leluasa untuk mengakses. “Padahal, potensi di wilayah pesisir selatan cukup banyak, mulai dari perikanan sampai perkebunan,” imbuhnya.

 

Orang nomor satu di Pemkab Trenggalek ini mengungkapkan, sesuai rencana jalur lintas selatan akan dibangun di wilayahnya sepanjang 80 kilometer yang membentang dari Kecamatan Watulimo hingga Kecamatan Munjungan. Destyan Sujarwoko

 

Kegiatan warga Desa Suruh dalam membuka jalan baru secara swadaya. Mereka merelakan tanah pekarangannya untuk pembangunan jalan dengan lebar 7 meter dan panjang hingga 2.000m, untuk mempermudah dan memperlancar jalur transportasi.


Destyan Sujarwoko/Foto. Humas Trenggalek