Ponorogo – Melonjaknya harga kebutuhan pokok di Ponorogo, membuat masyarakat semakin was-was. Apalagi diprediksi potensi kenaikan akan terjadi di beberapa hari kedepan. Yang sangat menonjol adalah keniakan harga cabai yang telah tembus 37 ribu rupiah. Sementara harga gula dan minyak goreng semakin merambat naik. Hal itu, membuat Dinas Indakop Ponorogo menggelar operasi pasar atas intruksi Gubernur Jawa Timur.

 

Kabid Perdagangan Dinas Indakop, Sunyoto saat ditemui mengatakan, operasi pasar yang digelar di Pasar Songgolangit, Rabu (4/4) mendapat sambutan baik dari masyarakat. Terbukti, minyak goreng sebanyak 4800 liter, habis hanya dalam waktu dua jam saja. “Harga perliter minyak goreng 9 ribu rupiah. Sementara dipasaran sekitar 11 ribu,” lanjut Sunyoto.

 

 Dia juga mengatakan, selain minyak goreng, juga dijual gula sebanyak dua ton. Yang dijual dengan harga 10 ribu per kilogram. Sementara harga dipasaran berkisar 11 ribu. Namun yang cukup disayangkan, lanjut Sunyoto adalah operasi pasar untuk beras yang digelar di wilayah Pulung. “Berharap dapat membantu masyarakat Ponorogo,” tandasnya.

 

Lebih lanjut, Sanyoto mengatakan, oprasi pasar ini merupakan program dari pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yang digelar secara serentak di 16 kabupaten/kota. Termasuk Ponorogo. Mengenai harga murah, operasi pasar ini diambilkan langsung dari pusatnya. Sementara biaya transpotasi ditanggung Pemrintah Provinsi Jawa Timur. “Untuk langkah selanjutnya masih terus menunggu dari Provinsi,” pungkasnya.

 

Muh. Nurcholis/Kontributor Ponorogo