Fungsi TPA sangat menentukan.

Pacitan- Predikat kota kecil yang bersih memang masih layak disandang Kabupaten Pacitan. Untuk kesekian kalinya, kota berjuluk Seribu Satu Goa ini meraih penghargaan bergengsi Adipura dari pemerintah pusat untuk ke-6 kalinya.
Anugerah bidang kebersihan kategori kota kecil itu diterimakan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kepada Bupati Pacitan Indartato,  di Istana Negara pada Senin (10/6).  

Adipura 2013 ini merupakan penghargaan yang keenam kalinya diraih kabupaten Pacitan berturut-turut. 
Dihubungi, sesaat setelah menerima penghargaan,Bupati Pacitan Indartato mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah untuk mewujudkan dan mempertahankan predikat kota yang bersih dan asri. Terutama, untuk menggapai penghargaan yang lebih tinggi yakni Adipura Kencana.
Beberapa aspek yang masih menjadi kendala terang Bupati Indartato adalah keberadaan fasilitas pendukung seperti tempat pembuangan sampah akhir (TPA). Infrastruktur tersebut menjadi poin penting penilaian Adipura. Selama ini TPA yang ada terus berbenah, salah satunya dengan menambah luasan lahan. Bupati menargetkan akhir 2014 fasilitas tersebut sudah memenuhi syarat sebagai tempat pembuangan sampah yang modern, aman serta ramah lingkungan.
Piala Adipura 2013 tiba di Pacitan Selasa (11/6) langsung diarak berkeliling. Pawai rombongan Adipura berangkat dari perbatasan Jawa tengah melalui 3 kecamatan sebelum akhirnya diarak keliling Pacitan kota dan berhenti di Pendopo Kabupaten.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) setempat, Joni Marjanto mengatakan, Tujuh Kabupaten/kota yang mendapatkan Adipura Kencana. Yaitu Kota Surabaya, Tengerang, untuk kategori kota metropolitan, Kota Malang, Balikpapan, kategori kota besar, Kabupaten Tulungagung, Kota Bontang, kategori sedang, dan Kabupaten Lamongan untuk kategori kota kecil. Sedang 30 kabupaten/kota lainnya, tercatat sebagai kabupaten/kota yang baru kali pertama mendapatkan Piala Adipura.

Joni mengakui, diraihnya kembali lambang supremasi tertinggi dibidang kebersihan tersebut, tidak terlepas dari peran banyak pihak. Khususnya masyarakat serta para petugas kebersihan yang khas dengan julukan sebagai pasukan kuning. “Upaya kita kali ini sudah tuntas. Tinggal mempersiapkan tahun berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu Kasie Pemulihan Kualitas Lingkungan, KLH Pacitan, Joko Hariyanto menambahkan, salah satu kunci keberhasilan Pemkab Pacitan meraih Piala Adipura, karena fungsi tempat pembuangan akhir (TPA) yang berlokasi di Lingkungan Tamperan, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pacitan. “Karena itu, kedepan perlu adanya upaya peningkatan kapasitas dari TPA tersebut. Agar harapan kita meraih Piala Adipura Kencana dapat terealisir,” tandasnya.

Dia mengatakan, saat ini memang sedang berlangsung proses peningkatan kapasitas TPA berbasis sanitasi renfil yang dibiayai oleh Kementerian LH. Hal tersebut merujuk amanah UU 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Menurutnya, sistem sanitasi renfil akan menciptakan TPA ramah lingkungan. Sebab dengan penerapan sistem tersebut akan bisa mengolah sampah secara terpadu. Yang meliputi pengelolaan sampah padat dan limbah cair. Joko mengungkapkan, pengelolaan sampah harus kedap air. Karena itu diperlukan adanya jaringan perpipaan sebagai saluran menuju instalasi pembuangan air limbah (IPAL).  Dengan begitu, air lindi tidak merembes ke dalam tanah karena terdapat lapisan geotekstil untuk menahan resapan. “Ada pemisahan antara  air hujan dan lindi. Sebab di zona tersebut akan dibuatkan drainase,” tutur Joko. Yuniardi Sutondo