Pacitan – Budidaya ikan nila best sistem akuaponik merupakan inovasi dari pusat Litbang Kementerian kelautan dan Perikanan yang baru diterapkan di Kabupaten Pacitan. Dari dua desa yang menjadi percontohan, yakni Banjarsari dan Tambakrejo telah terbentuk sebanyak 20 kelompok.

 

Menurut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan perikanan I Nyoman Adi Asmoro Giri, budidaya ikan dengan sistem akuaponik ini merupakan salah satu hasil riset Puslitbang, yang dapat digabungkan dengan potensi wilayah. Seperti Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Cara ini terbukti lebih menguntungkan, karena sistem sirkulasi air kolam dapat ditumpangsarikan dengan tanaman produktif semisal sayur mayur atau tanaman lain yang menunjang kebutuhan keluarga. “Dari 20 kelompok ini nanti dapat berkembang tidak hanya di dua desa percontohan, namun juga desa-desa lain yang ketersediaan airnya melimpah,” kata Nyoman.

 

Hal yang sama juga ditegaskan Bupati Pacitan, Indartato, saat acara panen raya ikan nila best sistem Akuaponik program dari pusat Litbang Kementerian Kelautan dan Perikanan di Desa Banjarsari. Jika sistem budidaya ikan akuaponik berhasil dikembangkan dengan pola kolam permanen, maka dengan sebaran ikan yang merata, masyarakat bisa menerapkan cara yang hampir sama di areal persawahan dengan sistem tumpangsari. “Dengan cara itu keseimbangan kebutuhan pangan dan lauk keluarga dapat sejalan,” terang Bupati Indartato.

 

Bupati juga mencanangkan tahun 2013 mendatang seluruh perairan di Pacitan menjadi sebaran ikan. Upaya ini akan menjadi fokus pemerintah mengingat masih rendahnya konsumsi ikan warga Pacitan, akibat semakin berkurangnya stok ikan di perairan tawar.

 

Tekad bupati untuk menjadikan seluruh perairan Pacitan menjadi pengembangan ikan, karena habitat ikan yang semakin menipis. Seandainya  cara ini berhasil maka diharapkan konsumsi ikan masyarakat meningkat. Bahkan, restocking ikan akan melimpah dan dapat menjadi sumber pendapatan sampingan.

 

Melihat potensi tersebut, Edhie Baskoro Yudhoyono, Anggota DPR RI Dapil VII Jawa Timur memberikan bantuan berupa bibit ikan nila merah kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Barokah, Desa Banjarsari, Kecamatan Pacitan. Selain untuk kebutuhan pemenuhan konsumsi gizi keluarga, Ibas sapaan akrabnya berharap produksi ikan nantinya bisa dijual untuk menambah penghasilan anggota kelompok.

 

“Potensi budidaya ikan air tawar sangat mungkin untuk dikembangkan di beberapa desa di Pacitan. Harapannya restocking ikan tidak hanya untuk Pacitan saja, tetapi juga di daerah lainnya,” harapnya.

Sementara, Kepala Desa Banjarsari, Gatot Purwadi mengatakan di wilayahnya ketersediaan air sangat cukup. Meski di bulan kemarau sekalipun. Sehingga, tak salah jika Pemkab Pacitan menjadikan Desa Banjarsari sebagai wilayah percontohan budidaya ikan nila menggunakan sistem aquaponik.

 

Hal senada juga diungkapkan Cahyo Nuswantoro, Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Barokah Desa Banjarsari. Kelompok yang berdiri sejak 2009 tersebut saat ini mempunyai sekitar 52 kolam. Per kolam bisa menampung benih antara 1500 sampai 2000 benih ikan nila. Sedangkan masa panen sekitar 4-6 bulan dari masa penyebaran benih. **