Pacitan- Peluang Kabupaten Pacitan meraih trophy Adipura ke- enam, semakin terbuka lebar. Itu setelah tim penilai menyatakan tidak perlu dilakukan pantau verifikasi. “Ini artinya peluang kita meraih Piala Adipura semakin terbuka,” ujar Joni Marjanto, Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kabupaten Pacitan, Senin (20/5).

Dia mengatakan, selama masa pantau satu dan dua, skor penilaian sangat stabil. Sehingga tim penilai menyatakan tidak perlu dilakukan pantau verifikasi. “Pantau verifikasi itu akan dilaksanakan ketika  terjadi penurunan atau peningkatan penilaian secara drastis. Kondisi ini mengundang pertanyaan dari tim penilai. Namun sekali lagi, untuk Pacitan pada posisi aman,” jelasnya.

Karena itu, Joni optimistis lambang supremasi paling bergengsi dibidang kebersihan tersebut bakal diraih lagi sekitar Juni mendatang. “Skor kita 75 dengan pasing grade sekitar 73. Jadi relatif aman,” terang Joni.

Dengan diraihnya Piala Adipura ke enam tersebut, Joni sangat optimistis Kabupaten Pacitan bisa meraih Piala Adipura Kencana kategori kota kecil. Dia mengakui untuk bisa merealisasikan harapannya itu, memang tidaklah gampang.  Skor penilaian minimal setidaknya harus diatas 76. Selain itu harus masuk tiga besar nasional. Sementara saat ini kabupaten yang masuk tiga besar nasional kategori kota kecil seperti Pati, Tuban dan kabupaten yang ada di Sulawesi. “Bocorannya seperti itu. Beberapa kabupaten yang masuk nominator Adipura kencana. Sedangkan  kota besar seperti Tulungagung, Jombang, Madiun, Probolinggo, dan malang,” bebernya.

Lebih lanjut Joni menerangkan, untuk bisa meraih Piala Adipura Kencana perlu kekuatan kelembagaan dibidang lingkungan hidup. Selain itu, reduksi sampah minimal 14 persen dari total sampah yang terbuang di TPA, ketaatan pemkab dibidang regulasi lingkungan, jumlah sekolah yang berhasil menyandang piala Adi Wiyata, dan besaran alokasi anggaran melalui APBD disektor lingkungan. “Target kita 2-3 tahun kedepan. Tidak serta merta harapan itu bisa direalisasikan. Semua harus dikerjakan, utamanya penguatan lembaga dari kantor menjadi badan,” pungkasnya.yuniardi Sutondo