PACITAN- Banyak pihak menyebut, Kabupaten Pacitan, diistilahkan sebagai miniaturnya Indonesia. Seperti dikatakan Sri Subianti, angggota DPRD Provinsi Jatim yang juga menyebut, icon Indonesia adalah Pacitan. Wakil rakyat Dapil VII Jatim ini mengungkapkan, banyak penduduk manca negara, umumnya masyarakat Eropa, yang belum tahu dimanakah Negara Indonesia itu. Ada yang mengatakan, Indonesia merupakan pulau di Singapura. Pun juga tak sedikit yang mengatakan, Indonesia itu Malaysia. “Tapi anehya, ketika saya bercerita soal Pacitan, mereka langsung paham kalau itu kampung halaman Pak SBY di Indonesia. Ini sebagai bukti, bahwa icon Indonesia adalah Pacitan,” ujar anggota legislator berbasis Partai Demokrat ini, saat menggelar buka puasa bersama kader partai di Gedung Graha Bhayangkara, Polres Pacitan, Sabtu (28/7) malam.

Berangkat dari persoalan tersebut, ia sangat optimistis, masyarakat Indonesia, apalagi di Pacitan masih berkomitmen tinggi memilih Partai Demokrat saat Pileg 2014 mendatang. Diakuinya, memang bukan hal mudah mempertahankan kepercayaan publik. Namun demikian, dengan semangat kedaerahan yang sudah dua dekade ini dirintis oleh SBY, ceruk suara partai masih tetap bertahan. Bahkan dimungkinkan akan terjadi ekskalasi. “Sebagai kader Partai Demokrat, kita optimistis bisa mempertahankan perolehan kursi, apalagi Mas Ibas juga masih maju lewat dapil VII Jatim, saya yakin beliau masih mampu mendulang suara terbanyak nantinya,” jelasnya pada awak media.

Politisi asal Temanggung, Jateng ini pasang target, kursi DPRD Pacitan yang semula berjumlah 18, akan bisa bertambah menjadi 22 kursi. Begitu juga kursi DPRD Provinsi dari Dapil VII Jatim, yang semula baru bisa mencuri 3 kursi, diharapkan pada Pileg 2014 nanti, akan bertambah. “Ini tak lepas dari peran kita semua, khususnya masyarakat Pacitan,” tutur politisi berparas ayu ini.

Sri Subianti sangat yakin, loyalitas pemilih di Pacitan, masih cukup tinggi. Terlebih dengan kepemimpinan Bupati Indartato yang dikenal santun dan dekat dengan masyarakat. “Ini modal kita. Saya yakin, masyarakat Pacitan sangat mencintai Pak In (Indartato, Red),” pungkasnya. (Frend/Yuniardi S)