NGAWI-Realisasi jembatan dengan status type A sebagai pendukung kawasan industri di wilayah Kecamatan Pitu, Kabupatyen Ngawi, Jawea Timur, rupanya tetap sesuai rencana awal. Seperti diketahui sebelumnya, atas masukan Ony Anwar Wakil Bupati Ngawi pernah menyebutkan jembatan tersebut alangkah baiknya dibangun diantara Desa Kebon (Kecamatan Paron) dengan Desa Kalang (Kecamatan Pitu).

Namun opsi yang disampaikan Ony-sapaan akrab Wakil Bupati tidak melunturkan niat awal Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) Kabupaten Ngawi. Sesuai informasinya, jembatan type A tetap dibangun diwilayah Desa Sriwedari (Kecamatan Pitu) menghubungkan Desa Sambirejo (Kecamatan Mantingan).

“Lokasi jembatan itu tetap di Desa Sriwedari yang nantinya didukung dengan akses jalan yang sudah direncanakan sejak awal. Dan pemilihan lokasi itu sendiri juga didasari beberapa pertimbangan riil lapangan,” terang Sudarno Kabid Perawatan Jalan dan Jembatan Dinas PU BMCK Kabupaten Ngawi, Jum’at (01/04).

Dia mengatakan, alasan lokasi tersebut dipilih lantaran titik letaknya dinilai paling strategis untuk menuju Ngawi Kota. Lokasinya berada di tengah-tengah bagi kendaraan yang masuk dan keluar dari daerah perbatasan Kota Ngawi bagian barat dan timur. Dia juga menilai, Karanganyar merupakan salah satu kecamatan yang perlu ditingkatkan aktivitas perekonomiannya. Dengan adanya jembatan tersebut, jarak menuju jalan raya jadi lebih dekat.

Dia menambahkan, proses penjajakan sudah dilakukan untuk pembangunan jembatan anyar itu. Baru Desa Sriwedari yang lahannya siap untuk dibebaskan. Sedangkan, untuk Desa Sambirejo belum menemui kata sepakat. DPU BMCK dan Kebersihan Ngawi masih mencoba melakukan pendekatan dan sosialisasi ke warga tentang rencana pembangunan jembatan tersebut. Darno mengungkapkan, anggaran yang disiapkan untuk pembebasan lahan dan pembangunan pondasi jembatan sebesar Rp 6 miliar.

Jika proses sosialisasi tersebut selesai dan menemukan kata sepakat pengukuran lahan segera dilakukan untuk menghitung besar kecilnya tanah. Itu dilakukan untuk menghitung harga appraisal yang ditawarkan ke warga saat proses pembebasan lahan. Dia pun pasang target dimana pondasi bagian bawah akan rampung diselesaikan tahun ini.

“Yang jelas proyek jembatan itu dilakukan beberapa tahap nantinya dan tahap selanjutnya tetap ditahun 2017 nanti,” kilas Sudarno.

Dia merinci, panjang bentang jembatan Tipe A yang akan dibangun 125 meter dengan lebar delapan meter. Ada dua opsi tipe model jembatan yang diajukan DPU BMCK dan Kebersihan. Pada Detail Engineering Design (DED) yang sudah disusun model jembatan ada yang lengkung, dan lurus. Dua model tersebut memiliki kekuatan yang sama dengan nilai anggaran yang berbeda. Untuk model lengkung nominal yang dibutuhkan lebih tinggi dibanding lurus. Sedangkan kekuatan beban untuk jembatan tersebut maksimal 30 ton.