Ngawi- Musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) 19 kecamatan di Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan di pendopo widya graha pemkab setempat mendapat respon beragam.

Ketua DPRD Ngawi Dwi Riyanto Jatmiko menilai para SKPD dan perangkat desa masih mengacu dengan progam-progam lama tidak ada improvisasi serta  ide cemerlang dengan menyesuaikan progam kerja dari Bupati dan wakil Bupati terpilih. “Masih terkesan copas (copypaste) dari progam kerja sebelumnya sehingga tidak ada persamaan visi dan misi Bupati “  jelasnya. Selasa (12/3/2013)

Antok demikian panggilan akrab dari ketua DPRD Ngawi menegaskan pelaksanaan Musrenbang merupakan agenda tahunan dalam menyusun perencanaan pembangunan di masing-masing kecamatan, sekaligus memformat skala prioritas pada setiap kecamatan untuk dibawa nantinya pada Musrenbang tingkat kabupaten, provinsi, dan tingkat nasional. Namun kenyataan di lapangan dari progam yang di bawa oleh para perencana pembangunan masih monoton bila hal ini terus  berulang seperti halnya tahun kemarin jelas tidak di temukan  sinkronisasi perencanaan program.

“Musrenbang yang harusnya membawa dan mampu mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat serta menghasilkan perencanaan program pembangunan untuk tahun 2014 dinilai kurang tajam dan tidak ada  skala prioritas,” ujarnya.

Tegasnya, bila keadaan ini terus berlanjut antara  pemerintah daerah dan masyarakat akan berjalan sendiri-sendiri tidak ada program pemerintah yang berlandaskan dari visi dan misi bupati. Tim media Ngawi