PONOROGO – Setelah kehadiran Wapres RI, Muhammad Jusuf Kalla dan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin serta Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, kini giliran Mendikbud RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAp bersilaturahmi bersama keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontok (PMDG) Kabupaten Ponorogo, Minggu (21/8) kemarin.
 
Pada kesempatan itu Mendikbud RI, Prof Dr Muhadjir Effendy MAp berkenan membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren (Ponpes) se-Indonesia 2016 di Ponorogo, Ahad (21/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan 90 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
 
Saat memberi sambutan, Menteri Pendidikan Prof Muhadjir Effendy MAp mengucapkan ulang tahun ke 90 kepada keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor. “Kami atas nama pemerintah mohon izinkan saya untuk mengucapkan selamat dirgahayu 90 tahun Gontor,” kata Prof Muhadjir Effendy. 
 
Pihaknya juga mengapresiasi bahwa dari PMDG ini telah lahir kader-kader umat dan bangsa yang jumlahnya sekitar 40 ribu tersebar di berbagai macam arena pengabdian. “Luar biasa Pondok Gontor bisa melahirkan kader dalam pemerintahan, bisnis, sosial, bahkan juga politik,” ungkapnya.
 
Lebih lanjut pria kelahiran Madiun, Jatim ini mendoakan agar PMDG terus berkembang dan makin maju. “Tentu saja saya akan terus mendoakan mudah-mudahan Gontor akan terus berkembang. Terus meningkatkan kapasitas sebagai pondok rujukan yang jadi lambang kebanggaan umat dan bangsa Indonesia,” tegasnya.
 
Dia juga menjelaskan Presiden RI, Jokowi telah menetapkan bahwa pemerintah akan fokus pada dua hal. Pertama, kesenjangan di semua sektor. “Baik sektor ekonomi sosial politik maupun pendidikan yang jurangnya semakin menganga dan itu harus kita persempit. Sehingga ada kesetaraan antar umat di Indonesia ini,” jelasnya.
 
Sedangkan yang kedua, masalah ketenagakerjaan. Memang ketenagakerjaan di Indonesia cukup rendah di banding negara lain. Sekitar 5,5 persen jika dibandingkan dengan Spanyol yang sudah mencapai 27 persen. “Akan tetapi kita punya masalah yaitu kualitas tenaga kerja kita tidak sesuai antara kemampuan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja kita dengan lapangan kerja yang tersedia,” paparnya.
 
Dari dua persoalan itu kata Menteri Pendidikan, bidang pendidikan ada tiga hal yang harus dibenahi. Pertama, terjaminnya penduduk yang tidak mampu untuk mendapatkan layanan pendidikan yang setara dengan yang mampu. 
 
“Kedua, pentingnya pendidikan vokasi. Karena kita tidak berharap anak-anak yang keluar dari sekolah atau pesantren tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,” ungkapnya. Dan yang Ketiga adalah entingnya pendidikan karakter. “Oleh karena itu saya sangat mendukung adanya kegiatan porseni dan olimpiade sains yang diselenggarakan oleh Gontor,” bebernya.
 
Menurutnya dalam Porseni ini ada tiga hal yang bisa diraih. “Pertama, mengasah naluri anak-anak. Kedua, mengasah kemampuan dasar anak-anak. Ketiga, mengasah aspek etika,” lanjutnya. 
 
Selain Porseni, juga telah berlangsung Haflah Tilawatil Qur’an Antarpondok Pesantren se-Indonesia. Acara ini dibuka langsung oleh Pimpinan PMDG, KH Hasan Abdullah Sahal.
 
Sementara itu, KH Hasan Abdullah Sahal memaparkan jika Mendikbud sekarang juga berasal dari Pondok Pesantren. “Menterinya dari kita, dari pesantren dan dekat dengan kepesantrenan. Masih keluarga kita juga. Insyaallah pak Menteri akan memberikan kepada antum nilai-nilai keolahragaan, kesenian, dan sains. Beliau ini adalah menteri pendidikan Prof Muhadjir Effendy MAp,” ujar KH. Hasan Abdullah Sahal.
 
Bahkan dia juga memaparkan jika Mendikbud bagian dari trah Tegalsari.  “Alhamdulillah beliau masih keturunan Tegalsari,” ucapnya dihadapan ribuan santri. (mnc)